Menengok Danau Purba Kakaban di Berau

Ubur ubur tanpa sengat di danau Kakaban

Ubur ubur tanpa sengat di danau Kakaban

Balikpapan –

LETAKNYA terpencil dekat perbatasan tiga negara yaitu Indonesia, Malaysia dan  Philipina. Satu fenomena kekuasaan alam yang sulit tertandingi keunikannya. Pulau Kakaban namanya.  Salah satu pulau di deretan kepulauan Derawan – pulau yang satu ini memang ajaib.  Perahu speed boat butuh waktu tempuh hampir  2 jam untuk menjangkaunya dari Pulau Derawan yang duluan popular.

Terlambat berpromosi tidak membuat Pulau Kakaban kehilangan kecantikannya. Konon, keunggulan Kakaban hanya mampu ditandingi Kepulauan Palau di Micronesia kawasan tenggara Laut Pasifik. Berkat kuasa Tuhan, Kakaban memiliki anugerah alam berupa peristiwa pergeseran lempeng bumi.

Peristiwa terjadi ribuan tahun lampau kemudian menciptakan suatu kawasan baru, dimana wilayah dasar laut terangkat menjadi sebuah pulau karang. Uniknya ratusan kubik air bersama berjenis flora – fauna lautan kemudian turut terperangkap naik di atas permukaan membangun suatu komunitas ekosistim baru.

Pergeseran lempeng bumi Selat Makassar tersebut secara alamiah juga telah membangun benteng karang Pulau Kakaban setinggi 50 meter. Atas terjadinya peristiwa alam ribuan tahun silam yang menakjubkan tersebut, warga Berau, Matheus H Halim menuturkan adanya tembok alami terbuat dari tebing karang.

Karang berfungsi memisahkan percampuran antara air laut perairan Derawan dengan air payau danau Kakaban. Sebagian air danau Kakaban kemudian merembes di sela-sela pori-pori karang menuju kawasan perairan laut kepulauan Derawan.

“Saat laut kepulauan Derawan sedang mengalami pasang sebaliknya danau Kakaban mengalami surut. Demikian sebaliknya danau Kakaban pasang perairan kepulauan Derawan mengalami surut,” jelasnya.

Kondisi unik danau Kakaban ini yang akhirnya jadi surga para peneliti ekologi lingkungan terutama proses evolusi satwa laut. Bukti kongkrit dapat ditemukan di danau Kakaban. Isolasi struktur geografis danau Kakaban, membuat ekosistim flora – faunanya mempunyai karakteristik berbeda dengan perairan kepulauan Derawan. Contohnya kolam air payau danau Kakaban yang dipenuhi ribuan ubur-ubur tidak menyengat, terdiri dari 4 generasi yang berbeda yakni mastigias, cassiopeia, aurellia dan tripedalia. Taxa lain yang melimpah di danau Kakaban yakni alga (halimeda dan caulerpa), anthozoa, asteroidean, tunicate, porifera dan molluska.

Menurut Direktur Pelaksana LSM Berau Lestari, Juhriansyah, selama ribuan tahun seluruh satwa hewan dan tumbuhan danau Kakaban telah melalui suatu proses evolusi terhadap lingkungan barunya.

“Di danau Kakaban hewan ubur-ubur tidak mempunyai musuh hewan predator seperti halnya terjadi di lautan lepas. Sehingga setelah ribuan tahun mereka melakukan proses evolusi dengan menghilangkan senjata sengat yang dimilikinya.,” paparnya.

Kondisi serupa kemungkinan juga terjadi pada berjenis flora-fauna lainnya, meskipun belum ada penelitian ilmiah yang mampu membuktikannya.

Namun bukan perkara gampang mencapai Pulau Kakaban. Kesana musti menumpang speed boat di Tanjung Batu – pulau Maratua dan terakhir berlabuh di pantai pulau Kakaban. Kalau berangkat dari Tanjung Redeb, ibu kota Berau dibutuhkan 6 jam perjalanan laut speed boat memuat 25 penumpang.

Sepertiga wilayah Kakaban masih dipenuhi kerimbunan pepohonan yang tumbuh disela karang. Setelah melalui jalan setapak sepanjang 50 meter, tepat di tengah-tengah pulau karang dapat ditemui danau alam yang berjenis air payau. Para wisatawan asing maupun domestik masih jarang yang tahu adanya Kakaban sebagai lokasi wisata di Berau.

Kawasan pulau Kakaban merupakan asset penting potensi pariwisata laut Kabupaten Berau. Namun demikian hingga kini masih dapat dihitung dengan jari tangan jumlah wisatawan yang mengenal keelokan alam danau Kakaban dan sekitarnya.

Kurangnya promosi dan investor yang mau menanamkan modalnya membuat kawasan kepulauan Derawan kalah bersaing dibandingkan daerah-daerah lainnya.

“Potensi sumber daya alam pariwisata kepulauan Derawan sangat indah dan tidak kalah dengan daerah lainnya. Selama ini permasalahan promosi dan investasi yang terus menjadi kendala. Hanya pengusaha Malaysia yang pernah menanamkan investasinya di Pulau Derawan dan Sangalaki,” sebut Jufriansyah.

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *