Hizbuttahrir Balikpapan Tolak Kenaikkan BBM
20 March 2012
SPBU di Balikpapan Dijaga Ketat
20 March 2012

Mahasiswa Balikpapan (Juga) Tolak Kenaikkan BBM

Balikpapan – Forum Mahasiswa Kota Balikpapan yang tergabung dalam Gerakan Anti SBY (GAS) menggelar aksi unjuk rasa menolah kenaikkan BBM dan mendesak SBY turun dari jabatannya sebagai Presiden Indonesia, di depan gedung DPRD Kota Balikpapan di Jalan Utama Jendral Sudriman, Selasa (20/3) siang.   Dalam aksi gabungan Mahasiswa dan ormas ini, mereka menilai rencana kenaikan BBM ini merupakan scenario kaum kapitalis. “SBY merupakan bagian dari komprador  kapitaslis, jadi harus kita turunkan sekarang juga,” ujar orator dari GMNI Aditya.

Dalam aksi tersebut, para mahasiswa sempat ditemui langsung oleh Ketua DPRD Kota Balikpapan Andi Burhanuddin Solong (ABS) yang mengajak mahasiswa berdialog. Namun tawaran berdialog itu ditolak mahasiswa.

Meski begitu begitu ABS memberikan apresiasi yang dilakukan mahasiswa terkait keprihatinan dengan bakal naiknya BBM itu ” Kita apresiasi aksi mahasiswa atas keperihatinan masyarakat yang kesulitan dengan BBM naik,” ujar ABS.

Mahasiswa sempat melakukan pembakaran keranda mayat sebagai matinya masyarakat miskin akibat beban SBY. Mereka juga melakukan pembakaran ban di jalan Sudirman tepat didepan gedung DPRD. Aksi  pembakaran ini tidak mendapatkan penolakan dari kepolisian yang berjaga.

Mahasiswa yang tergabung dalam aksi GAS ini yakni HMI, GMNI, PMII,BEM  UNIBA,STT Migas, serta sejumlah ormas seperti  Laskar Antasari, sementara ormas lokal seperti Gepak tidak terlihat meskipun mereka masuk di dalama Gerakan anti SBY.

Aksi demo ini mendapat pengawalan dan penjagaan ketat yang dilakukan ratusan petugas dari Sabara, Brimob.  “ Personil yang disiapakn 110 kali 3 tapi kita turunkan sesuai kebutuhan,” ujar Kapolres Balikpapan AKBP Sabar Supriyono kepada pers.

Aksi ini sempat menutup jalan selama 1,5 jam namun tepat pukul 12.30 massa menggelar aksi dihalaman DPRD.“ Kita tutup jalan dan kita alihkan ke ARS Muhammad, biar masyarakat tidak terganggu begitupula yang berdemo,” ujar AKBP Sabar Supriyono.

Selain disiapkan watercanon, polisi juga menyiagakan anjing pelacak dan sejumlah personil Brimbog dengan senjata lengkap. Hingga pukul 13.00 WITA aksi masih berlangsung dan tidak ada bentrokan fisik antara pendemo dengan aparat.

Sebelumnya, aksi tersebut sempat terhenti saat pihak aparat mengumandangkan azan Dzuhur. Azan dikumandangan oleh AKP Sarbini yang juga seorang kasat Binmas seorang seorang penceramah.

“Waktunya sholat, jadi kita kumandangkan azan,” ujar azan dan langsung menunaikan sholat Dzuhur. Mereka yang tadi berorasi dan berdiri akhirnya memilih duduk bersila didepan pintu masuk gedung DPRD. Usai azan mereka melanjutkan kembali aksi orasinya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *