Kini operasi lokalisasi tersebut kembali bergeliat bahkan pada siang hari. Warga tersebut mengatakan keramaian tersebut mulai tampak setelah ada keputusan untuk menutup lokalisasi di Km. 17. “Iya. Sejak keputusan itu berkembang memang disini tambah ramai,” ujarnya.
Dia menambahkan bahkan ada beberapa PSK yang turun gunung dari Km.17 menuju Manggarsari. Situasi tersebut terus berkembang hingga saat ini.
Sebelumnya penutupan lokalisasi tersebut pernah dilakukan oleh gabungan petugas antara satpol PP, kepolisian dan TNI. Bahkan sempat ada plang pengumuman yang menerangkan bahwa kawasan lokalisasi tersebut ditutup sesuai dengan peraturan walikota.
Namun, kini plang pengumuman tersebut sudah tidak tampak karena dimakan oleh karat sehingga aktifitas mulai bergeliat. Terutama di malam hari, kawasan tersebut akan ramai oleh PSK yang menjajakan dirinya.
Sumber tersebut mengatakan pencegahan untuk kembali beroperasinya kawasan tersebut susah untuk dilakukan karena sudah banyak dikenal oleh daerah lain. “Setiap hari pasti ada yang mencari. Jadi ya pasti ada penjualnya,” tandasnya.
Dari pantauan media ini, bahkan ketika hari raya kemarin jadwal beroperasi lokalisasi tersebut sejak siang sudah ramai. Dari beberapa rumah tampak banyak tamu yang menghabiskan waktu bersama di dalam tempat tersebut.