Balikpapan Tanam Buah-buhan di Hutan Kota
11 May 2012
Petaka Injury Time, Persiba Ditahan Imbang PSAP 1-1
12 May 2012

Kuota BBM Kaltim akan Ditambah

Balikpapan – Pemerintah Pusat akan mempertimbangkan penambahan  kuota BBM tahun 2012 ini yang sudah ditetapkan sebesar 40 juta Kiloliter. Kebijakan ini sudah dituangkan dalam bentuk UU. Pertimbangan ini karena daerah-daerah mengalami kekurangan pasokan BBM. Menko Kesra Agung Laksono mengakui  kuota 40 Juta Kiloliter (KL)  itu sudah ditetapkan melalui UU. Namun pada praktek di lapangan, daerah-daerah banyak mengalami kekurangan sehingga perlu dilakukan penambahan.

“Kenyataan kurang 40 juta KL itu Jadi memang akan ditambah,” kata Agung usai menghadiri acara Himpunan Pengusaha Kosgoro 1957 (HPK) di hotel Benakutai, siang tadi.

Menurut Agung, Persoalan kuota ini sudah disampaikan kepada Kementerian ESDM dan perlu dilakukan perundingan dan pembahasan lebih jauh. “Ini perlu perundingan dengan DPR. Kalau tambah kuota ini perlu proses tersendiri. Kan kuota inikan sudah ditetapkan dalam UU,” terangnya.

Namun  Agung meminta masyarakat bersama pemerintah daerah juga harus ikut melakukan upaya bersama  melakukan penghematan penggunaan BBM.” Kalau kita tidak melakukan penghematan akan kurang terus. Jangan sudah ditambah masih kurang juga. Makanya mereka yang tidak berhak jangan pakai BMM bersubsidi,” ujarnya.

Agung Laksono yang juga Ketua Umum  Kosgoro ini hadir  dalam acara Himpunan Pengusaha Kosgoro 1957 (HPK)   itu,  didampingi oleh wakil Gubernur Farid Wadjdy, Ketua DPD Golkar Kaltim Mukmin Faisyal HP, Walikota Rizal Effendi serta pelaku usaha pariwisata dan travel agent Se Kaltim.

Keluhan kekurangan BBM ini sempat dilontarkan Walikota Rizal Effendi saat bertemu dengan Menko Kesra Agung Laksono di acara tersebut. Menurut Rizal, kuota BBM kota Balikpapan dan Kaltim kurang dari kebutuhan sehingga perlu ditambah. Kota Balikpapan Realisasi 2011 penggunaan  Premium sebanyak 114,964 Kiloliter (KL) dan Solar 77,803 KL  pertahun.

Sementara, kuota 2012 dari pemerintah pusat untuk Premium sebanyak 86. 223 KL dan Solar 70.023 KL. Sehingga jika dipresentasekan Kuato BBM jenis Premium  minus 25 persen, sedangkan solar  minus 10 persen.

“Atas permintaan itu, pak Agung langsung menelpon pak Jero Wacik. Dihadapan saya kata pak Agung pak Jero bilang akan menambah  disesuiakan dengan kebutuhan. Nanti kami dorong dan sampaikan ke DPR untuk minta persetujuan,” cerita Rizal.

Dari percakapan singkat itu, ungkap Rizal daerah diminta tidak perlu mengancam pusat soal jatah BBM. Daerah harus sabar menunggu sampai persetujuan DPR. “ Tugas daerah saat ini bagaimana mengamankan dan memperketat aksi penyelewengan dan penimbunan BBM,” kata Rizal mengutip statmen Jero Wacik kepada Agung Laksono.

Leave a Reply

Your email address will not be published.