Ratusan warga Batakan Balikpapan Kalimantan Timur menuntut janji relokasi seperti dijanjikan pemerintah daerah setempat. Mereka ini adalah warga yang rumahnya tergusur oleh pembangunan stadion Balikpapan.
“Saya sudah menunggu Sembilan tahun, sejak tahun 2004 lalu, tapi kini belum jelas,” kata salah satu warga Batakan, Bambang, Senin (18/3).
Bambang mengatakan warga ini dulunya para pemegang sah atas lahan diperuntukan pembangunan stadion Balikpapan. Namun kini, lahan sudah diserahkan pemkot sedangkan relokasi ganti rugi belum juga diwujudkan.
“Dulu kita ada surat-suratnya, sekarang setelah tanah dibebaskan dan diganti rugi justru kita tidak punya surat-suratnya, jumlahnya ada ratusan warga baik yang belum ada surat tanahnya, maupun yang belum tahu lokasi tanahnya yang diganti rugi,” ujarnya.
Selain belum ada surat, ratusan warga lainnya bahkan belum mengetahui lokasi lahan mereka yang diganti rugi Pemkot Balikpapan. “Saya belum tahu lokasi lahan saya yang diganti rugi dimana, Pemkot belum menunjukkannya,” papar warga lainnya, Herry.
Warga pun mengaku bingung, harus bagaimana lagi, berbagai cara sudah dilakukan. Sedangkan Pemkot selama ini hanya janji-janji saja. “Dari dulu itu, Pemkot cuma hanya berjanji-janji katanya sudah beres, tapi ini sampai stadion sudah dibangun, tapi tanah kita tidak beres,” ujarnya.
Menurutnya, luas tanah warga yang dibebaskan Pemkot untuk Pembangunan stadion itu sekitar 11 hektar. “Macam-macam ukurannya ada yang satu kapling,ada yang dua kapling, semuanya 11 hektar tanah yang dibebaskan,” bebernya
Jika dalam waktu dekat tidak segera direalisasikan, warga akan kembali lagi membawa serta keluarga. “Kalau seperti ini kita akan kembali lagi, kami akan tuntut sampai janji Pemkot semuanya terpenuhi, karena jujur saja kami sangat kecewa kami merasa dirugikan,” ucapnya.
Seperti diketahui, sebelumnya pembangunan stadion sempat molor akibat terkendala pembebasan lahan. Warga sempat menolak tanahnya dibebaskan, karena harga yang ditawarkan Pemkot dinilai terlalu rendah. Warga menginginkan harga sekitar Rp 200 hingga Rp 500 ribu per meter, sedangkan harga tanah sesuai Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) berkisar Rp 64 ribu.
“Tapi sekarang setelah warga mau tanahnya dibebaskan, justru seperti ini. Kami justru yang dirugikan, harusnya kan tidak begini, ada ratusan kepala keluarga, semuanya belum jelas, baik lokasi lahannya maupun surat-suratnya,” pungkasnya.
Balikpapan dalam pengerjaan stadion sepak bola berdaya tampung 15 ribu penonton senilai Rp 732 miliar. Prosesnya sudah masuk penyelesaian DED dilanjutkan pembangunan fisik tribun penonton, lapangan dan jalan masuk utama.
Dalam area seluas 30 hektare akan turut dibangun masjid, lokasi rekreasi, asrama atlet, ruang serbaguna, lapangan latihan, fasilitas parkir dan akses jalan. Itu semua tergabung dalam pembangunan tahap II.