Kementerian Kelautan dan Perikanan menangkap KM Nagama Biru 01 memuat 180 ekor ikan napoleon atau bahasa latin cheilinus undulatus di perairan Maratua Kabupaten Berau Kalimantan Timur, dua hari lalu. Ikan jenis ini memang keberadaanya dilindungi terbatas sesuai aturan Peraturan Menteri KKP Nomor 37 Tahun 2013.
“Ikan napoleon statusnya dilindungi terbatas Perment KKP ini. Boleh menangkap dengan aturan yang ketat,” kata Koordinator Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSPKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan, Hamzah Kharisma, Sabtu (1/10).
Penyidik kapal patroli KKP, kata Hamzah memeriksa izin administrasi penangkapan ikan napoleon KM Nagama Biru 01 diawaki lima orang anak buah kapal (ABK). Mereka menduga ada praktek pemancingan liar mengingat keberadaan ikan napoleon masih dilindungan Peraturan Menteri KKP No 37 Tahun 2013.
Hamzah mengatakan izin pelayaran KM Nagama Biru melampirkan pemberitahuan angkutan 1 ton ikan kerapu tujuan Bali. Sebaliknya, tim penyidik KKP mendapati sebanyak 180 ekor ikan napoleon hidup dalam geladak kapalnya.
“Mereka membeli ikan napoleon dalam perjalanan pulang menuju Bali. Saat itu mereka ditangkap kapal patroli kami,” paparnya .
Kepala Satuan Kerja Balikpapan, Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Pontianak Ditjen Pengelolaan Ruang Laut KKP, Ricky mengatakan populasi ikan masuk katagori terancam di perairan Kepulauan Derawan Berau. Penyebabnya adalah maraknya praktek ilegal fishing di tiga Derawan, Sangalaki dan Maratua.
“Populasinya sudah kritis di wilayah terumbu karang kepulauan Derawan,” ujarnya.
Ricky menyebutkan populasi ikan napoleon hanya berkisar 0,005 ekor/hektar (Sangalaki), 0,03 ekor/hektare (Derawan) dan 0,9 ekor/hektare (Maratua). Ikan ikan yang ditemui adalah yang seukuran panjang maksimal 25 centimeter.
“Ini sesuai hasil survei KKP tahun 2014 lalu. Ikan napoleon ukuran 100 hingga 3 ribu gram sudah tidak ada lagi,” paparnya.
Ikan napoleon masuk katagori hewan hemaprodip alias berkelamin ganda. Ikan napoleon dilahirkan berjenis kelamin jantan yang nantinya berubah menjadi betina saat berukuran berat mencapai 100 hingga 3 ribu gram.
“Ironisnya, ukuran ikan sebesar ini yang paling dicari para pengepul ikan luar negeri. Pas dihidangkan di piring,” tuturnya.
Ikan napoleon per ekornya dijual dengan harga tinggi di pasaran restoran Hongkong dan Taiwan mencapai 180 US dolar/ekor. Ikan napoleon memang sangat diminati pecinta kuliner setempat.
“Kemungkinan ikan ini di ekspor ke Hongkong dan sekitarnya. Mereka yang memesan hidangan ikan napoleon akan dipajang namanya di depan pintu restoran. Restoran Indonesia tidak ada yang menjual akibat mahal harganya,” imbuhnya. Abelda Gunawan