Kalimantan Timur berambisi membangun proyek prestisius jalan tol Samarinda – Balikpapan senilai Rp 6,2 triliun. Pembangunan jalan tol sepanjang 99,02 kilometer akan mempergunakan alokasi dana daerah serta investasi pihak swasta.
Provinsi Kalimantan Timur mengalokasikan anggaran sebesar Rp 1,2 triliun peruntukan pembebasan lahan di wilayah Samarinda, Kutai Kartanegara dan Balikpapan. Kontruksi pembangunan jalan tol menelan anggaran sebesar Rp 5 triliun menggandeng pihak investor swasta.
Gubernur Kalimantan Timur, Awang Faroek Ishak saat pencanangannya awal tahun silam mengklaim proyek jalan tol tersebut menjadi koriodor perekonomian nasional dalam pembukaan akses transportasi darat. Pemerintah pusat sudah menargetkan membuka daerah daerah yang sebelumnya terisolasi di wilayah Jawa, Sumatera, Sulawesi, Kalimantan, Bali dan Papua.
Keberadaan jalan tol Samarinda – Balikpapan juga sejalan dengan penetapan Kalimantan Timu sebagai outlet produksi crude palm oil (CPO) di Kalimantan. Pertumbuhan perkebunan kelapa sawit di Kalimantan diperkirakan sudah mencapai 5 juta hectare pada akhir 2010 silam.
Pembangunan jalan tol ini terbagi dalam 5 paket pengerjaannya. Paket pertama adalah jalan menghubungkan Km 13 Balikpapan – Semboja senilai Rp 374 miliar, Km 13 Balikpapan – Manggar (Rp 373 miliar), Semboja – Palaran (Rp 366 miliar), Palaran – Mahkota II (Rp 363 miliar) dan Km 13 Balikpapan – Sepinggan (Rp 373 miliar).
Proyek ini mulai dilaksanakan pada 2010 hingga tahap akhir penyelesaian pada 2013 mendatang. Pembiayaannya mempergunakan sistim multy years lewat alokasi anggaran APBD Kalimantan Timur.
Penggarapan jalan tol Samarinda – Balikpapan merupakan tahap awal pembangunan jalur trans Kalimantan Timur. Nantinya, Kalimantan Timur ingin melanjutkan pembangunan jalan tol Sangata – Maloy (130 Km), Bontang – Sangata (40 Km), Samarinda – Bontang (84 Km) dan penyelesaian proyek Jembatan Pulau Balang (1,5 Km).