Hutan Mangrove Terancam Industri Kariangau

Direktur LSM STABIL Balikpapan Jufriansyah mengatakan, KIK perlu pengawasan karena banyaknya terjadi pengupasan lahan yang dilakukan pihak perusahaan. Bahkan saat ini pengupasan lahan yang terjadi sudah pada tahap yang mengkhawatirkan.      

“KIK memang merupakan kawasan strategis dalam pengembangan pembangunan industri di Balikpapan. Mengingat Balikpapan tidak memiliki kawasan khusus industri tapi pemerintah juga harus memperhatikan lingkungan,” kata Jufri.

Kurangnya pengawasan kata Jurfi, sehingga banyak perusahaan yang melakukan pengupasan lahan dan penebangan hutan mangrove di wilayah tersebut “Karena memang pengawasannya yang tidak maksimal, coba lihat saja,” ungkapnya.

Ia mengungkapkan, dikawasan itu dulu hutan manggrovnya terlihat rimbun, tapi kini mulai terkikis dengan bangunan yang luas dan bertiang baja. Apalagi setelah PT Gunung Bayan telah memasok aliran listri dikawasan itu

Belum lagi kata Jufri, Badan Penanaman Modal dan Investasi Daerah (BPID) Kota Balikpapan yang kini gencar melakukan sosialisasi ke luar daerah untuk menarik investor. Agar menanamkan modalnya di KIK.

“Harusnya pemerintah juga aktif mendorong perusahaan yang ada dikawasan tersebut ikut serta dalam menjaga lingkungan khsusnya hutan mangrove yang kini mulai berkurang,” terangnya. 

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *