Balikpapan –
Harga cabai, bawang merah dan bawang putih bergerak liar di pasaran Balikpapan Kalimantan Timur, Selasa (19/3). Harga cabai merangkak naik hingga mencapai Rp 100 ribu per kilogram dari normalnya hanya berkisar Rp 20 ribu per kilogram.
“Sempat menyentuh harga Rp 100 ribu meskipun sekarang sudah turun menjadi Rp 70 ribu per kilogram,” kata pedagang sayuran Pasar Pandansari Balikpapan, Ida.
Selain cabai, Ida menyebutkan sejumlah harga bawang merah dan bawang putih yang mengalami peningkatan menjadi Rp 60 ribu dan Rp 50 ribu per kilogramnya. Padahal di hari hari biasa hanya dihargai Rp 30 ribu per kilogramnya.
“Harga jual dari pihak distributornya sebesar itu, sehingga kami menjualnya juga segitu juga,” paparnya.
Ida mengatakan pembeli rata rata mempertanyakan harga jual komoditas cabai, bawang merah dan bawang putih yang naik drastic dibandingkan sebelumnya. Mereka terkadang juga membatalkan niatannya membeli ketiga komoditas tersebut untuk keperluan keluarganya.
Kepala Disperindagkop Balikpapan, Dortje Marpaung mengatakan pihaknya kesulitan mengendalikan harga komoditas bawang merah atau putih dipasaran. Dia hanya dapat memantau kenaikan harga setiap harinya.
“Jadi yang dapat kita lakukan hanya memantau harga setiap harinya dan menghimbau-menghimbau agar pedagang tidak melalukan penimbunan. Termasuk menghimbau masyarakat mengurangi komsumsi komoditas ini,” paparnya.
Pihaknya mengakui hingga hari ini kenaikan bawang merah sektiar 52,75 persen dari harga Rp27 ribu mejadi 51 ribu perkg
“Itu harga minggu lalu dan hari ini masih terus dipantau,” ucapnya.
Tingginya kenaikan harga ini kata Dootrje tidak lepas dari ketergantungan kota ini pada pasokan dari luar. “ Panen di Jawa dan Sulawesi juga lagi terganggu daerah kita sangat bergantung dari luar,”katanya.
Karena itu ia mengharapkan agar pola komsumsi masyarakat akan produk bawang ini dikurangi sehingga tidak ikut memicu tingginya harga bawang di pasaran. “Itu kewenangan kita hanya disitu menghimbau, tidak mungkin kami harus harga bawang sekian. Kita tidak ada power seperti itu. Ini hukum pasar yang berlaku,” tandasnya.
Pemkot berharap supply barang ini dapat lancer kembali apalagi, pemerintah pusat menjajikan pasokan akan diupayakan normal dalam beberapa waktu kedepan ini.
“Pusat menjamin pasokan akan aman. Kami berharap ini di f up sampai ke bawah-bawah. Mudah-mudahan kondisi ini tidak berlarut-larut,”harapnya.
Sejauh ini dari pemantaua Disperindagkop dilapangan belum ditemukan adanya agen yang melakukan tindakan curang seperti penimbunan bawang. “ Sejauh ini belum kita temukan. Saya ngak tahu ya kalau mereka bisa menyimpan lebih baik. Karena bawang ada limit timenya lebih dari lima hari busuk bawang merah,” tukasnya.
1 Comment
[…] Pembangunan pasar yang dilakukan pihak swasta dikhawatirkan juga akan berdampak bagi kemampuan pedagang untuk mengeluarkan anggaran yang lebih besar karena mahalnya biaya sewa. Untuk itu pemerintahlah […]