Eloknya, Rumah Sakit Kanujoso Djatiwibowo

Gedung Anggrek Hitam

Gedung Anggrek Hitam

Balikpapan –

Menteri Kesehatan, Nafsiah Mboi meresmikan bangunan gedung klas elit bagi kalangan menengah atas di rumah sakit Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan, Jumat (22/3). Bangunan setinggi enam lantai ini mempergunakan alokasi kas Pemprov Kalimantan Timur sebesar Rp 110 miliar.

“Bangunan gedung mewah harus diimbangi dengan layanan memadai,” katanya usai peresmian klas VIP yang dianami Angrek Hitam.

Nafsiah mengatakan rumah sakit Kanujoso Djatiwibowo harus mampu bersaing dalam peningkatan layanan pasian dibandingkan rumah sakit swasta lainnya. Rumah sakit ini semestinya sudah mampu meningkatkan standarisasinya menjadi Tipe A seperti halnya rumah sakit lain di Jawa.

“Laporan staf saya, di Kaltim belum ada yang standar A. Semestinya dengan anggaran dimiliki Kaltim sudah meningkatkan standar rumah sakitnya menjadi tipe A untuk ketersediaan tenaga ahli, peralatan, layanan hingga bangunan layak,” ujarnya.

Gubernur Kaltim, Awang Faroek Ishak mengatakan layanan kesehatan sudah menjadi kebutuhan dasar masyarakat. Pemerintah daerah berusaha untuk meningkatan layanan kesehatan sesuai tuntutan perkembangan zaman di tiga rumah sakit yaitu RS Kanujoso Djatiwibowo, RS AW Sjahraie dan RS Tarakan.

“Sehingga kualitas rumah sakit negeri nanti tidak kalah dengan rumah sakit swasta di Balikpapan ini,” ujarnya.

Bertahap, Awang berjanji akan meningkatkan standar peralatan dan tenaga medis rumah sakit Kanujoso Djatiwibowo sesuai kebutuhan masyarakat. Nantinya rumah sakit ini diharapkan bisa menjadi world class hospital pertama di Kalimantan.

“Agar tidak kalah dibandingkan dengan Malaysia yang juga memiliki layanan memadai,” ungkapnya.

Direktur RS Kanujoso Djatiwibowo, Rahim Dinata mengatakan klas Paviliun ini memiliki 99 kamar yang peruntukannya golongan masyarakat menengah keatas. Klas ini hanya menerima menerima kerjasama dengan asuransi premium diatas jaminan kesehatan keluarga miskin.

“Hanya untuk asuransi kelas premium saja,” paparnya.

Adapun bekas klas Paviliun lama nantinya diperuntukan bagi kelas III yang melayani kartu miskin warga Balikpapan. Sehingga totalnya, rumah sakit ini memiliki 100 kamar klas III dilengkapi dengan fasilitas penyejuk udara.

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *