Demokrat Balikpapan Dukung Kalimantan Tenggara

Kota Balikpapan

Kota Balikpapan

Balikpapan –

Fraksi Demokrat DPRD Kota Balikpapan menyatakan, idealnya Balikpapan bergabung bersama Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Paser, Kotabaru dan Tana Bumbu yang kini berjuang membentuk Provinsi Kalimantan Tenggara.

“Harusnya memang seperti itu, makanya kami dari Fraksi Demokrat mendorong bergabung bersama Kalimantan Tenggara,,” kata Ketua Fraksi Demokrat DPRD Kota Balikpapan Edy Subrata, Kamis (25/4).

Sebenarnya sejak tahun 2006 lalu, wacana pembentukkan Kalimantan Tenggara sudah bergulir. Kala itu Yusran Aspar yang ketika itu merupakan Ketua Partai Demokrat Kaltim merupakan Bupati Kabupaten Penajam Paser Utara.

“Dulu itu sebebanrnya sewaktu Yusran masih Bupati, dia (Yusran) memang sudah mewacanakan untuk pembenatukkan Kalimantan Tenggara, jadi memang sudah dibahas dulu tahun 2007-2007, kebetulan Yusran waktu itu bupati, jadi dia jusru yang mengusulkan,” imbuhnya.

Hanya saja kata dia, saat itu Kabupaten Kutai Barat (Kubar) yang sempat diajak untuk bergabung justru menolak. Sedangkan untuk membentuk Provinsi sendiri, jumlah daerah yang bergabung masih kurang sesuai ketentuan.

“Kita  sebenarnya  ajak Kubar karena memang jaraknya gak terlalu jauh dari Penajam, hanya beberapa kilometer saja sudah tembus, jaraknya dekat, tapi juga mereka tidak mau, karena kurang satu daerah lagi,” ucapnya.

Kemudian diliriklah Kutai Pantai yang saat itu mendengung-dengungkan akan menjadi Kabupaten sendiri.  “Tapi kita sudah tunggu-tunggu, Kutai Kertanegera juga tidak mau lepas Kutai Pantai jadi Kabupaten, karena memang Kutai Pantai penghasil migas,” imbuhnya.

Karena itu kemudian kata Subrata, wacana pembentukkan Kalimantan Tenggara sempat terhenti sementara. Namun, kini wacana itu kembali digulirkan oleh sejumlah daerah di Kalimantan Timur (Kaltim) maupun Kalimantan Selatan (Kalsel).

“Itu Harimuddin Rasyid yang menggulirkan Kabupaten Penajam Paser Utara (kini jadi Tim yang menkaji pembentukan) sudah berbicara kepada saya, sebenarnya masih bisa berjuang untuk membentuk Provinsi Kalimantan Tenggara,” ujarnya.

Dia menilai, peluang Kota Balikpapan menjadi ibukota Provinsi terbuka lebar, jika Provinsi Kalimantan Tenggara terbentuk. “Sudah pasti Balikpapan, karena memang letaknya secara geografis mendukung, disini ada Bandara Internasional Sepinggan, Pelabuhan Peti Kemas,” katanya.

Selama ini lanjutnya dia, Balikpapan selalu menjadi anak tiri, karena Pemerintah Provinsi Kaltim lebih berpihak kepada Kota Samarinda soal pembangunan infrastruktur. Akibatnya Kabupaten Kutai Kertanegera (kukar) pun mengancam akan keluar dari Provinsi Kaltim dan membentuk Provinsi Kutai Raya.

“Lihat saja Bagaimana perlakuannya terhadap Balikpapan. Kita tidak punya sarana yang bagus, coba lihat saja untuk olahraga, coba lihat kolam renang saja gak ada yang internasional, padahal atlet-atlet kita juga banyak yang jago berenang. Makanya Kukar juga mau keluar dari Kaltim,” tukasnya.

Seperti diketahui, wacana pembentukkan Kalimantan Tenggara kembal digulirkan Kabupaten Kotabaru , Tana Bumbu, Paser dan Penajam Paser Utara. Mereka kemudian mengajak Kota Balikpapan untuk bergabung. Sayangnya hingga kini, Walikota Balikpapan tidak setuju.

Bergulirnya kembali wacana pembentukkan Kalimantan Tenggara, karena beberapa daerah itu merasa dianak tirikan oleh Pemerintah Provinsi. Pembangunan infrastruktur dianggap tidak sebanding dengan kontribusi yang diberikan.

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *