Pembangunan Bandara Sepinggan sudah memasuki tahap pemancangan tiang pertama fisik terminal keberangkatan pesawat. Peristiwa ini disaksikan langsung Gubernur Kalimantan Timur, Awang Faroek Ishak dan Dirut PT Angkasa Pura, Tommy Soetomo.
Tommy mengatakan pembangunan Bandara Sepinggan sudah menjadi keharusan mengingat over kapasitas daya tampungnya, dari semestinya hanya 1,7 penumpang namun dipaksa menjadi 6 juta penumpang. Bandara Sepinggan akan menjadi terbesar ketiga di Indonesia setelah Soekarno – Hatta Jakarta dan Ngurah Rai (Denpasar).
“Sedikit lebih besar dari Bandara Juanda Surabaya,” paparnya.
Pembangunan Bandara Sepinggan diharapkan semakin merangsang bisnis penerbangan di Balikpapan, baik penerbangan domestic maupun internasional. Kalimantan mempunyai potensi tinggi di sector pertambangan, perkebunan, pertanian dan pariwisata.
Gubernur Kalimantan Timur, Awang Faroek Ishak mengatakan keberadaan transportasi udara menjadi kebutuhan yang mutlak. Kalimantan Timur terus berupaya menghubungkan masing masing kota/kabupaten lewat pembangunan bandara besar maupun perintis.
“Saat ini ada 18 bandara di Kalimantan Timur dan 4 diantaranya sudah mampu dilalui mesin jet yaitu Balikpapan, Tarakan, Berau dan Bontang,” paparnya.
Khusus untuk Bandara Sepinggan, Awang menyatakan masyarakat Kalimantan Timur sudah lama memimpikan adanya pembangunan total fisik terminal keberangkatan dan kedatangan penumpang. Bandara Sepinggan sudah tidak mampu melayani ledakan penumpang saat perayaan hari raya dan liburan sekolah.
PT Angkasa Pura menginvestasikan dana sebesar Rp 1,6 triliun untuk pengembangan bangunan penunjang, terminal penumpang pesawat dan infrastruktur Bandara Sepinggan. PT Angkasa Pura telah menjalin kerjasama dengan Bank Mandiri dalam pembiayaan pembangunan Bandara Sepinggan. Proses pengerjaanya diperkirakan butuh waktu sekitar 22 bulan hingga pengoperasian pada Mei 2013 mendatang.
Dengan investasi sebesar Rp 1,6 triliun, Bandara Sepinggan akan memiliki nilai ekonomis hingga 50 tahun kedepan. Total nilai investasi perusahaan bisa kembali dalam jangka waktu minimal 8 tahun usai pengerjaanya.
PT Angkasa Pura menggandeng enam perusahaan kontraktor dalam pengerjaan fisik bangunan Bandara Sepinggan yaitu PT Waskita Karya, PT Wika, PT PP, PT Adhi Karya, PT Jaya Konstruksi dan PT Istaka Karya. Proses pembangunannya terbagi dalam tiga tahap yaitu bangunan penunjang, gedung terminal serta fasilitas utama dan terakhir infrastruktur penunjang Bandara Sepinggan.
Bandara Sepinggan diharapkan mampu bersaing seperti halnya bandara lain di Indonesia seperti Soekarno – Hatta (Jakarta), Ngurah Rai (Bali), Juanda (Surabaya) hingga Hasanuddin (Makassar). Ditargetkan tingkat kepuasan penumpang pesawat di Bandara Sepinggan berada pada angka 3,2 – 4 CSI (Consumer Satisfaction Indek).