Balikpapan –
Pemerintah Australia menghibahkan dana sebesar Rp 8 miliar untuk penyediaan air bersih bagi warga Balikpapan Kalimantan Timur. Kota Bontang juga merupakan salah satu penerima dana hibah dari Negara tetangga ini.
“Balikpapan dan Bontang yang menerima bantuan tersebut,” kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Balikpapan Suryanto, Senin (22/7).
Negara Australia beberapa kali memberikan bantuan pengadaan air bersih pada Balikpapan. Tahun sebelumnya, menurut Suryanto juga mengalokasikan dana hibah sebesar Rp 3 miliar untuk penyediaan air bersih.
“Dan sekarang dapat lagi, kita bersyukur” imbuhnya.
Pemerintah Kota Balikpapan akan menalangi terlebih dahulu alokasinya yang dikelola penuh oleh PDAM setempat. Australia akan melakukan pengecekan untuk selanjutnya mengganti biaya sudah dikeluarkan Pemkot Balikpapan.
Kepala Humas dan Pelanggan PDAM Balikpapan Gazali Rakhman membenarkan adanya bantuan dari Australia itu. Hanya saja kata Gazali, saat ini masih dalam proses survey dilapangan terkait warga yang berhak dan lokasinya.
“PDAM yang kerjakan itu soal berapa bantuan itu Bappeda yang paham. Kita sudah mulai survey bagi masyarakat yang berhak mendapatkan sambungan baru,” paparnya.
Bantuan dari Australia ini kata Gazali, diusulkan untuk 3000 sambungan baru PDAM selama 2 tahun. Termasuk masih menunggu persetujuan dari Kementerian Keuangan yang menurunkan tim untuk melakukan survey.
“Ini belum diputuskan karena persetujuan hasil survey ini dari Kementerian Keuangan. Tim konsultannya dari Kementerian Keuangan, kalau itu disetujui langsung jalan 2013 ini dan 2014,” bebernya.