Pemerintah Kota Balikpapan Kalimantan Timur menetapkan status bencana tanah longsor menyusul amblesnya hingga 1 meter jalan utama di Soekarno – Hatta. Jalan penghubung Balikpapan – Samarinda ini longsor sepanjang 10 meter akibat tergerus air hujan.
“Jalan amblas yang terjadi sejak 27 Maret lalu hingga kini semakin parah. Dikarenakan status itu jalan nasional maka pemkot bersurat kepada gubernur agar dapat segera melakukan penanganan darurat,” ujar Wali Kota Balikpapan, Rizal Effendi Senin (8/4).
Rizal mengharapkan agar pemerintah provinsi segera menetapkan langkah penyelematan agar tidak memperparah longsoran. Sepanjang jalan Balikpapan – Samarinda merupakan jalan nasional yang pembiayaanya mempergunakan alokasi dana pusat.
Masalah jalan amblas inipun telah ditetapkan oleh pemkot sebagai bahaya longsor sehingga perlu kedaruratan penanganan.
”Ada pernyataan dari walikota saat musrenbang provinsi. Itu bencana dan ini akan diproses menggunakan dana bencana provinsi. Ya bencana tanah longsor ,” ujar Kepala Pekerjaan Umum Balikpapan, Tara Alorante.
Dalam musrenbang provinsi kata Tara pemprov juga sudah menyiapkan langkah penanganan yakni pembuatan DED pada tahun ini.
“Semoga 2013 akan segera dilaksanakan. Karena itu jalan nasional,” tambahnya.
PU Balikpapan mengkau tidak tahu persis besaran anggaran perbaikan jalan km 4,5 karena itu akan menjadi proyek provinsi yang anggaran diplot dari dana bencana. “ DED lagi dikerjakan. Itu semua provinsi, kita pemkot tidak tahu persis,” katanya.
Tara tidak ingin terburu-buru menyalahkan penyebab longsor karena sisi kanan bangunan yang terlalu mepet dengan badan jalan. Menurut kawasan itu memang rawan terjadi longsor.
“Kita lihat sepanjang jalan Soekarno Hatta tidak ada yang membangun juga turun itu jalan. Km 8, km 20 tidak ada orang bangun kiri kanan juga turun,” tandasnya.