Balikpapan –
Pemerintah Kota Balikpapan Kalimantan Timur meminta pusat berpikir ulang peluncuran mobil murah atau low low cost green car (LCGC). Keberadaan mobil murah ini dipastikan mengancam keberadaan program sarana umum massal direncanakan Balikpapan.
“Kemacetan itu yang sangat menjadi perhatian, kita tidak bisa mengatasi sendiri, harus bersama pemerintah (pusat) ada sinkronisasi juga, karena kalau pemerintah meluncurkan mobil murah, maka program mengurai kemacetan didaerah juga akan terhambat,” kata Kepala Dinas Perhubungan Balikpapan, Suseno, Rabu (25/9).
Pemkot Balikpapan akan meluncurkan program SAUM yang untuk bertujuan mendorong masyarakat naik ke transportasi umum. Program SAUM diprediksi gagal mengingat adanya mobil murah ditawarkan pemerintah.
Suseso mengatakan mobil murah itu justru akan menambah kemacetan di Kota Balikpapan. Kemacetan transportasi darat Balikpapan sudah mulai terasa di saat jam jam sibuk masyarakat.
Sejumlah sopir angkot Balikpapan juga mulai mengeluhkan, karena jumlah penumpang terus merosot. Dari hasil survey yang dilakukan Dinas Perhubungan, jumlah penumpang angkot memang menurun dratis.
Memang para sopir angkot kini terpaksa harus sering berhenti mencari penumpang , setidaknya supaya bisa menutup ongkos BBM dan biaya hidup. Ditambah lagi, kini banyak masyarakat yang rata-rata memiliki kendaraan roda dua.
Belum lagi kendaraan plat hitam yang secara illegal juga semakin marak beroperasi mencari penumpang, khususnya untuk penumpang angkutan luar kota. Mereka kini marak beroperasi di pelabuhan maupun bandara.