Ketua Demokrat Kaltim Siap Gantikan Anas
22 February 2012
Demi Bibin, SP Koresponden Tempo Serukan Perubahan
23 February 2012

Balikpapan Dapat Bantuan Rp 119 Miliar

Balikpapan - Di tahun 2012 Kota Balikpapan hanya mendapat bantuan kucuran dana dari Pemerintah Provinsi melalui APBD Kaltim tahun 2012 hanya sebesar Rp119 miliar dari total APBD Kaltim yang mencapai Rp5 triliun lebih. Jumlah tersebut dinilai cukup kecil jika harus membiayai kegiatan atau pembangunan di Kota Balikpapan. Anggota DPRD Kaltim daerah pemilihan II wilayah Kota Balikpapan, Kabupaten Penajam Paser dan Kabupaten Paser Utara, menilai tidak masksimalnya bantuan kucuran dana dari provinsi dikarenakan lemahnya komunikasi. Bahkan permintaan bantuan tersebut, hanya diberikan melalui surat tembusan.

“Surat itu diberikan kepada Gubernur, kita hanya tembusan saja. Tidak semua anggota dari Dapil dua baca surat itu, kita hanya dapat tembusan. Karena itu harus diperbaiki model komunikasinya,” ucap Anggota DPRD Mukmin Faisyal HP yang juga Ketua DPRD Kaltm, usai Rapat kerja Komisi Gabungan dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan, di aula Pemkot,Rabu (22/2).

Dikatakanya Mukmin, lemahnya komunikasi itu sangat merugikan Kota Balikpapan. Karena itu Mukmin berharap, pada tahun anggaran berikutnya harus ada perubahan cara komunikasi dari Pemkot Balikpapan jika ingin mendapat bantuan dari APBD Kaltim untuk pembiayaan proyek-proyek yang ada. 

“Sebelum masuk dalam rakorbang dan tahap pembahasan, ada penjelasan langsung dari pemko yangl penyampaian permohonan bantua. Tentu ada klasifikasin dan mana saja yang menjadi perioritas rencana pembangunan kota yang sangat banyak. Itu pentingnya komunikasi,” jelasnya.

Kedepan kata Mukmin, mulai dari walikota, Sekda, Kepala PU harus membuka diri untuk berkomunikasi lebih dalam lagi soal usulan bantuan itu sehingga ada gambaran yang dimiliki anggota DPRD Kaltim dapil II dalam memperjuangkan usulan pembangunan kota. 

“Karena mereka (Pemkot Balikpapan) yang mengetahui mana yang prioritas untuk segera dilakukan pembangunan,” ucapnya.

Hal senada dikatakan anggota DPRD Kaltim dari Dapil II lainnya, Muhammad Adam terkait lemahnya komunikasi Pemkot Balikpapan. Namun kata Adam, problem ini hampir dialami semua Kota dan Kabupaten di Kaltim. 

“Yang bagus komunikasinya itu Berau. Memang ini harus terus dikawal apa saja sih yang harus diperioritaskan. Kan selama ini usulan digelondongkan saja banyak itu. Kita tidak ada kewenangan tentukan mana yang periritas. Kalau kita tidak bisa tentukan sendiri tapi kota yang paham,” imbuhnya.

Apalagi tambah Adam, jika merupakan skala prioritas sehingga yang sangat urgent saat pembahasan di badan anggaran. “Dia harus hubungi kita. Itulah gunanya ada wakil daerah di provinsi,” ucapnya.

Menanggapi hal ini Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Balikpapan Sayid Fadli menuturkan akan memperbaikin cara komunikasi dan lebih intensif. “Kita terimakasih sudah mendapat bantuan sebesar Rp119 miliar, kita berharap di APBD P atau di 2013 dapat lebih besar lagi dari sekarang,” ungkap Sayid.

Karena itu lanjjut Fadly, Pemkot kedepan akan membentuk tim teknis yang berjumlah 3-4 orang untuk mengkomunikasikan dengan anggota DPR. “ kita akan bentuk tim teknis untuk komunikasi dengan wakil kita di provinsi. Kita juga berharap kalau ada dana aspirasi bisa disatukan lebih efektif dan kegiatan bisa kelahatan oleh masyarakat melalui dana aspirasi,” tambah Suryanto.

Dalam rapat kemarin juga terdapat satu pandangan bahwa ada tiga proyek besar yang merupakan perioritas bagi pemkot untuk segera merampungkannya. Tentunya dengan bantuan dari provinsi dan dana pusat. Yakni Stadion Balikpapan, RSUD dan Jembatan Kampung baru-Karingau.” Itu perioritasnya,” tambah Mukmin Faisyal HP.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *