Balikpapan Berguru Pariwisata di Gianyar

Rombongan kunjungan kerja Balikpapan di Gianyar

Rombongan kunjungan kerja Balikpapan di Gianyar

Gianyar –

Pemerintah Kota Balikpapan Kalimantan Timur niat berguru pengelolaan pariwisata dari Kabupaten Gianyar Bali. Rombongan kunjungan kerja dewan bersama sejumlah SKPD dipimpin Ketua DPRD Andi Burhanuddin  (ABS) diterima Plt Asisten Administrasi Kabupaten Gianyar, Cokorda Gede Rai Widiarsa Pemayun di ruang I kantor Bupati Gianyar, Jumat (26/4).

Abs dalam kunjungan sedikit menjelaskan geografis kota,potensi Balikpapan hingga mengupas sedikit secara lugas  sejumlah aturan UU yang berkaitan dengan eksistensi pembangunan daerah seperti UU pengelolaan keuangan, pelayan publik, pajak daerah.

Kunjungan ini sekaligus menanyakan langsung kiat Pemkab Gianyar dalam pengembangan wisata yang tetap berpegangan menjaga dan melestarikan lingkungan  alam sekitar.

“Kami tidak menutupi disini. Pasti ada konflik sosial dalam hal pengembangan wisata. Dulu tanah di Gianyar tidak berharga mungkin kita minta kasih. Tapi sekarang tanah menjadi sangat berharga karena pesat pertumbuhan wisata,” jelas. Plt Asisten Administrasi Pemerintahan

Cokorda Gede Rai Widiarsa Pemayun dalam penjelasan saat menerima kunjungan kerja DPRD dan SKPD kota Balikpapan, Jumat kemarin.

Namun semua itu dapat terjaga karena di masyarakat Bali sangat memegang tigal hal penting.

“Menjaga Hubungan dengan sang pencipta, dengan sesama mahluk dan menjaga lingkungan untuk hidup berdampingan,”terangnya.

Kabupaten Gianyar Bali, menjadi salah kabupaten yang banyak  mengandalkan potensi pendapatan daerah dari sektor Pariwisata.

Kabupaten Gianyar juga dikenal dengan keberadaan ubud Bali dan teras siring yang melekat dengan nama istana Tapak Siring.

“Gianyar Barat itu ada Ubud sebagai sentra pawirsata yang menjadi  pengembangan primadona mancanegara kontribusi sangat besar. Disamping itu   pariwisata ini ditunjang oleh kerajinan rumah  tangga, wisata alam, seni dan budaya,” terangnya.

Wilayah Gianyar Selatan. Banyak terdapat pasar untuk oleh-oleh wisatawan.disamping juga terdapat lahan pertanian  basah. Wilayah pemerintahan kata Cokorda berpusat di zona Gianyar bagian timur yang juga pusat dari pendidikan, perdagangan dan jasa.

” Sedangkan Zona utara merupakan kawasan  konservasi air dan agrowista dan cultur.

Di kawasan terdapat DAS Wisan yang dikukuhkan oleh Unesco sebagai  warisan dunia,” katanya.

Pelestarian konsevarsi air ini kata cokorda dirintis sejak  abad 9. “Ada relief dan arkeologi. Itu andalan kita juga,” ujarnya.

Sementara Dinas Pertanian Gianyar membagi tiga cluster dalam pengembangan alam. Yakni cluster padi, cluster buah dan sayuran serta cluster bunga potong.

Dinas Petanian Gianyar Bali menyebutkan. Teras sering telah menjadi model nasional dalam bercocok tanam di daerah dataran tinggi.

“Kalau Ketinggian 600-700m bercocok ditanam holtikulura sayur dan buah,”kata kabid Pertanian I Wayan.

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *