Pemerintah Provinsi Kaltim mengatakan selama ini daya listrik yang ada di Kaltim disuplai oleh dua sistem yakni Sistem Interkoneksi Mahakam dan Sistem Terisolasi (Isolated System).
Sistem Mahakam melayani 3 daerah yakni Kabupaten Kutai Kartanegara, Kota Samarinda, dan Kota Balikpapan serta direncanakan akan melayani Kota Bontang dan Kabupaten Kutai Timur.
“Sementara Isolated System mendukung daerah yang tidak terjangkau Sistem Mahakam,” kata Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Kaltim Amrullah, seperti dikutip dari laman web Pemprov Kaltim.
Melalui dua sistem tersebut, tambah Amrullah, rasio elektrifikasi Kaltim mencapai 63,90% pada 2010. Dia berpendapat angka tersebut sudah cukup baik dibandingkan dengan rasio elektrifikasi nasional.
Seperti diketahui, pembangkit tenaga listrik yang sedang dalam proses pembangunan oleh PT. PLN yaitu PLTU 2 x 110 MW di Kariangau (Teluk Balikpapan). PLTU Kariangau Unit I 1×110 MW tersebut direncanakan Commercial Operation Date (COD) pada September 2013 dan PLTU Kariangau Unit II 1×110 MW pada Desember 2013.
Di tempat yang sama juga akan dibangun PLTU Kariangau Sewa 2 x (120 – 150) MW, yang dilaksanakan oleh swasta di atas lahan PT. PLN (Persero) hasil tukar guling (ruislaag) milik Pemprov Kaltim, yang direncanakan beroperasi secara komersial (Commercial Operation Date/COD) pada awal 2014.
Selain itu, di Kawasan Industri Kariangau sedang dibangun PLTU 2×25 MW kerjasama Perusda Balikpapan dengan PT. Gunung Bayan, PLTG Senipah 2×41 MW.