Pemerintah Kota Balikpapan Kalimantan Timur mengumumkan waspada kebakaran pada warganya selama musim kemarau ini. Musim panas ini sudah masuk puncaknya dimana hujan juga tidak turun di Balikpapan.
“Kita himbau agar masyarakat hati hati dan waspada,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana dan Kebakaran (BPBK) Kota Balikpapan Abdul Azis, Jumat (18/10).
Abdul mengatakan laporan Badan Meteorologi Klimatologi & Geofisika (BMKG) menyebutkan panas Balikpapan mencapai 31 derajat celcius. Ini mengundang berbagai peristiwa kebakaran Balikpapan selama tiga bulan terakhir.
Selain itu, Abdul menyebutkan instalasi listrik tua juga sering jadi pemicu bencana kebakaran Balikpapan. Peristiwa bencana besar Balikpapan sering kali disebabkan hubungan pendek instalasi listri sudah berumur lama.
“Sudah ada lima kali kebakaran di Balikpapan selama sebulan ini,” paparnya.
Jumlah armada kebakaran belum ideal jika dihitung dengan jumlah penduduk. Meski, tahun ini ada penambahan empat unit dari total 8 unit mobil pemadam kebakaran.
Prakirawan Cuaca BMKG Balikpapan Heni Herlina juga meminta masyarakat agar waspada terhadap ancaman bencana kebakaran yang sewaktu-waktu bisa terjadi. Kata dia, kondisi cuaca mengalami peningkatan suhu panas panas dibanding hari-hari sebelumnya.
“Iya kita memang memperkirakan selama tiga hari kedepan sangat berbahaya, karena suhu panasnya naik dari hari-hari sebelumnya dan cukup panas,” bebernya.
Penyebabnya kata Heni, akibat adanya badai cyclone tropis yang terjadi di wilayah Philipina yakni badai tropis Nari dan Wipa. “Kedua badai ini membawa udara kering sehingga suhu udaranya terasa sangat panas dan menyegat, ini memang sangat berbahaya,” terangnya.
Dia juga meminta masyarakat berhati-hati, tidak sembarangan menyalakan lilin maupun membakar lahan karena bisa memicu terjadinya kebakaran.
1 Comment
[…] sudah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 2,4 triliun bagi Badan SAR Nasional tahun 2016 ini. Anggaran ini mayoritas dipergunakan […]