BOT Novotel dan Hotel Ibis Hanya Rp20 juta
28 December 2011
Kebutuhan Meningkat, Produki Beras Balikpapan Hanya 1.055 ton
28 December 2011

Aturan Pemasangan Atribut Ormas – Parpol Dikaji

Balikpapan – Pemerintah Kota (Pemkot Balikpapan Pemkot kini tengah mengkaji  aturan  yang mengatur pemasangan atribut-atribut organisasi kemasyarakatan (ormas) maupun partai politik (parpol). Pasalnya selama ini, dua peraturan walikota (perwali) tentang pemasangan atribut ormas maupun parpol hanya mengatur saat kampanye pemilihan kepala daerah (pilkada) ataupun pemilihan umum (pemilu) Perwali Nomor 15 tahun 2008 hanya berlaku saat kampanye dan pemilu. Begitupun Perwali Nomor 14 tahun 2008 hanya melarang pemasangan menggunakan fasilitas tiang bendera yang ada di sepanjang jalan protokol, khususnya di dua jalan utama yakni Jendral Sudirman dan A. Yani.

“Kalau massa kampanye kan jelas, atribut tidak diperkenankan di jalan protokol, sesuai perwali 14 dan 15, tetapi  diluar itu yang tak terkait dengan kampanye itu  bagaimana. Kan belum ada aturanya khususnya.  Makanya kita akan melihat, apakah dibutuhkan sebuah regulasi khusus untuk mengatur itu,” kata Asisten I Pemkot Balikpapan M Arpan, Rabu (28/12).

Menurutnya, aturan tersebut nantinya tetap akan mengacu pada peraturan daerah (perda) tentang reklame, karena ada keterkaitan antara reklame dan atribut parpol maupun ormas yang akan diatur khusus. Untuk itu, pihaknya saat ini masih mendalami keberadaan perda reklame,untuk menyesuaikan dengan kebutuhan ormas dan parpol, terkait pemasangan atribut di luar masa kampanye tersebut.

“Karena walaupun badan hukum mereka tidak termasuk organisasi komersial, hanya kemasyarakatan dan politik yang sifatnya sosial, itu yang mau kita cari, di pasal dalam perda reklame itu, yang mana
bersesuaian. Kita tidak bisa bantah bahwa hal itu ada, dan kita juga tetap harus memberikan pelayanan. Pelayanan itu tentu ada regulasinya, nah itu yang masih kita dalami, supaya kita punya dasar hukum,” jelasnya.

Meski begitu kata Arpan, aturan yang tengah dikaji tersebut belum bisa dipastikan apakah akan dalam bentuk perda atau hanya perwali saja. “Kalau itu memang belum kita tentukan, tetapi minimal bisa diatur dalam perwali,” terangnya.

Ia menambahkan, Pemkot Balikpapan juga tengah memikirkan tempat untuk pemasangan atribut ormas dan parpol karena terbatasnya lahan yang ada. Karena selama ini hanya memanfaatkan taman dan median jalan yang ada.

“Apakah nanti disatu tempat atau dimana. Kalau seperti itu, pertanyannya juga, apakah ada tempat khusus untuk itu. Untuk itu, saat ini kita masih pikirkan itu semua, kita susun sendiri dulu, kalau masyarakat atau pihak lain punya masukan silahkan, akan kita perhatikan, tetapi ini sepenuhnya wewenang kita untuk menetapkannya,” tandasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *