Kodam Mulawarman Bangun Tiga Bandara Perbatasan
13 June 2012
Laga Hidup – Mati Timnas Oranye
13 June 2012

Bencana, Kodam Mulawarman Siapkan Tim Rescue

Balikpapan - Komando Daerah Militer VI Mulawarman menyiapkan tim rescue yang bersiaga 24 jam menyusul ancaman bencana alam kerap terjadi di Kalimantan Timur. Tim penyelamatan berjumlah ratusan personil terlatih dalam penanganan berbagai kondisi bencana alam seperti banjir, tanah longsor, kebakaran hingga gempa bumi gunung berapi. “TNI mampu menangani kondisi seperti ini dengan cepat, karena kami terlatih untuk situasi seperti itu,” kata Panglima Kodam Mulawarman, Mayor Jenderal Subekti, Rabu (13/6).

Subekti mengatakan Kodam Mulawarman memiliki sedikitnya tiga tim rescue yang terus bersiaga mengantisipasi adanya bencana di Kaltim. Tim terbagi dalam satuan evakuasi, penyelamatan, transportasi hingga kesehatan. Tim TNI memperlengkapi personilnya dengan peralatan rescue seperti perahu karet landing craft rubber (LCR), ambulance, komunikasi, tenda dan alat kesehatan beserta tim medisnya.

“Bahkan dokter bedahnya juga sudah siap,” ungkapnya.

Dalam prakteknya, Subekti menuturkan timnya mampu mengatasi probelamatika pengungsi secara massal. Dalam sehari, dapur umum TNI mampu melayani konsumsi pengungsi korban bencana sebanyak 1.500 hingga 2 ribu orang setiap harinya.

Sehubungan itu, Subekti meminta pemerintah daerah di Kalimantan Timur agar lebih memberdayakan fungsi guna TNI untuk kepentingan sipil. Kodam Mulawarman, menurutnya selalu siap menyingsingkan lengan baju dalam membantu korban bencana alam.

“Kami membuka tiga nomor hotline bencana secara langsung, silakan semua orang memanfaatkannya,” ujarnya.

TNI sudah terbukti sigap dalam menangani berbagai kondisi bencana alam di Kalimantan Timur seperti longsornya jalan di Gunung Pasir Balikpapan, ambruknya jembatan Kutai Kartanegara hingga longsoran pemukiman di Balikpapan.

Akhir Mei silam, hujan deras sejak dini hari tadi menyebabkan tanah longsor sehingga menelan empat korban jiwa satu keluarga. Mereka yang tewas yaitu Anjar usia 30 tahun, Zaki usia 6 tahun dan Bela 4 tahun. Para korban yang tewas adalah ibu beserta dua orang anaknya yang masih balita.

Ketiganya ditemukan terkubur di dalam timbunan material longsor dalam kondisi berpelukan usai dievakuasi tim SARS pukul 13.00 Wita. Seorang korban tewas lainnya, adalah keponakan keluarga ini yaitu Anjar yang juga berusia 8 tahun yang ditemukan terpisah dari ketiga korban tewas lainnya.

Bencana longsor di Balikpapan tidak terlepas hujan deras mengguyur sejak pukul 03.00 hingga 11.00 Wita dan berakibat banjir di sejumlah titik lokasi. Pantauan wartawan, bencana banjir terjadi di kawasan jalan Kariangau, ring road, perumahan Puri Mandastana, Sepinggan, Gunung Sari, Damai, Rapak, Batu Ampar dan hampir di setiap perumahan di Balikpapan. Air menggenangi hingga setinggi pinggang orang dewasa dan sebagian masuk ke rumah rumah warga.

Bencana banjir kali merendam puluhan rumah di perumahan Puri Mandastana akibat derasnya hujan di Balikpapan kali itu. Banjir merendam rumah dan tetangganya hingga se paha orang dewasa.

Selain itu, saking derasnya hujan di Balikpapan berakibat longsornya kawasan perbukitan setempat yang terlokasi di Kelurahan Damai, Gunung Malang dan Martadinata. Berdasarkan laporan warga Balikpapan tercatat terdapat lima laporan bencana tanah longsor usai hujan deras ini. Kerugian masyarakat akibat bencana ini diperkirakan mencapai miliaran rupiah.

Bencana banjir dan longsor di Balikpapan sudah lama diprediksi akan terjadi menyusul kawasannya yang terkepung pertambangan batu bara di Kabupaten Kutai Kartanegara, Samarinda dan Penajam Paser Utara. Kondisi pengupasan lahan yang berbukit bukit juga menjadi salah satu penyebab utama bencana longsor di Balikpapan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.