Areal Peternakan Sapi di Balikpapan Seluas 100 hektar
25 May 2012
Penjaga Warisan Keluarga Pramoedya Toer
26 May 2012

Akibat Banjir, PLN Balikpapan Rugi Sekitar Rp500 juta

Balikpapan – PT PLN (Persero) Area Balikpapan memperkirakan kerugian material akibat bencana banjir dan tanah lonngsor yang terjadi Kamis (24/5), bisa mencapai diatas Rp500 juta seiring adanya material yang rusak akibat rubuh dan terendam banjir.

Kepala PLN Area Balikpapan Ismail Deu mengatakan data inventarisasi sementara menyebutkan kerugian material yang harus ditanggung pihaknya baru mencapai Rp300 juta. “Namun, perkiraan saya berada di atas Rp500 juta karena kami masih melakukan inventarisasi alat yang rusak,” ujarnya, hari ini.

Ketika banjir melanda, PLN segera melakukan pemutusan aliran listrik pada daerah yang terendam untuk menghindari sengatan listrik. Tercatat ada 12 trafo yang terendam air sehingga harus diperbaiki sebelum
digunakan kembali.

Selain itu, beberapa tiang transmisi milik PLN juga rubuh sehingga mengganggu arus distribusi listrik. Ismail mengungkapkan apabila pada lokasi rubuh masih bisa dialihkan, pihaknya akan mengalihkannya pada feeder lain agar tidak terjadi pemadaman. Namun, pemadaman terpaksamenjadi pilihan terakhir apabila tidak ada feeder yang tersedia.

Untuk mengatasi kejadian tersebut, pihaknya menerjunkan 5 regu yang beranggotakan seluruhnya 80 orang. Tim tersebut bekerja selama 24 jam ketika ada laporan masuk mengenai gangguan transmisi. “Kami juga dibantu oleh masyarakat serta BPBK untuk informasi ini.,” tukasnya.

Rencananya, pihaknya akan menaikkan ketinggian trafo agar tidak terendam air lagi kendati saat ini ketinggian trafo sudah berada 1,5 meter di atas permukaan tanah. Namun, rencana peninggian tersebut
masih akan dijadwalkan pada pekan depan karena pelanggan baru saja mengalami pemadaman.

Sementara itu, Kepala Bagian Humas dan Protokol Pemerintah Kota Balikpapan Sudirman Djayaleksana mengatakan banjir kemairn terjadi disebabkan oleh derasnya debit air hujan yang turun di Balikpapan.
“Perhitungan dari BMKG sampai 255 mm/hari padahal biasanya 1 bulan itu hanya 232 mm/hari. Jadi kebutuhan 1 bulan turun dalam 1 hari,”ujarnya.

Dia menambahkan pemerintah akan melakukan beberapa langkah untuk melakukan penanganan jangka menengah dan panjang mengenai hal ini. Salah satu langkah yang akan diambil oleh pemerintah adalah dengan melakukan peringatan dini kepada masyarakat bekerja sama dengan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisikan (BMKG) dan media.

Selain itu, camat dan lurah juga dihimbau untuk memeringatkan warganya yang berlokasi di daerah rawan untuk berhati-hati ketika hujan turun. Sudriman mengatakan tim dari Pemkot Balikpapan juga sudah turun ke lapangan untuk melakukan pemetaan daerah yang dianggap rawan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *