Bandara Sepinggan Balikpapan

Bandara Sepinggan BalikpapanBalikpapan –

Bandar Udara Internasional Sepinggan Balikpapan Kalimantan Timur nantinya akan menjadi gerbang sebenarnya Pulau Borneo. Bandara Sepinggan akan dibangun berkonsepkan tema modern dan etnik Suku Dayak senilai investasi Rp 1,6 triliun.

Pembangunan Bandara Sepinggan sudah menjadi keharusan mengingat over kapasitas daya tampungnya, dari semestinya hanya 1,7 penumpang namun dipaksa menjadi 6 juta penumpang. Bandara Sepinggan akan menjadi terbesar ketiga di Indonesia setelah Soekarno – Hatta Jakarta dan Ngurah Rai (Denpasar).

PT Angkasa Pura menginvestasikan dana sebesar Rp 1,6 triliun untuk pengembangan bangunan penunjang, terminal penumpang pesawat dan infrastruktur Bandara Sepinggan. PT Angkasa Pura telah menjalin kerjasama dengan Bank Mandiri dalam pembiayaan pembangunan Bandara Sepinggan. Proses pengerjaanya diperkirakan butuh waktu sekitar 22 bulan hingga pengoperasian pada Mei 2013 mendatang.

Dengan investasi sebesar Rp 1,6 triliun, Bandara Sepinggan akan memiliki nilai ekonomis hingga 50 tahun kedepan. Total nilai investasi perusahaan bisa kembali dalam jangka waktu minimal 8 tahun usai pengerjaanya.

PT Angkasa Pura menggandeng enam perusahaan kontraktor dalam pengerjaan fisik bangunan Bandara Sepinggan yaitu PT Waskita Karya, PT Wika, PT PP, PT Adhi Karya, PT Jaya Konstruksi dan PT Istaka Karya. Proses pembangunannya terbagi dalam tiga tahap yaitu bangunan penunjang, gedung terminal serta fasilitas utama dan terakhir infrastruktur penunjang Bandara Sepinggan.

Bandara Sepinggan diharapkan mampu bersaing seperti halnya bandara lain di Indonesia seperti Soekarno – Hatta (Jakarta), Ngurah Rai (Bali), Juanda (Surabaya) hingga Hasanuddin (Makassar). Ditargetkan tingkat kepuasan penumpang pesawat di Bandara Sepinggan berada pada angka 3,2 – 4 CSI (Consumer Satisfaction Indek). Kini pembangunan Bandara Sepinggan sedang dalam proses pengerjaan kontraktor. Konsep bangunan bandara akan mengadopsi ciri khas masyarakat Kalimantan dikombinasikan dengan modernisasi.

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *