Merah Putih Raksasa Akan Dikibarkan Diperbatasan
3 January 2012
ABS Dukung Pengurangan Jatah BBM Bagi Pejabat
3 January 2012

3,6 ribu ton Beras Asal Vietnam Akan Masuk Kaltim

Balikpapan - Rencananya pekan depan 10 Januari sebanyak 3.600 ton beras asal Vietnam akan dipasok ke Kaltim. Jumlah Badan Urusan Logistik (Bulog) Kaltim menyebutkan beras tersebut merupakan jatah Kaltim tahun 2011 yang mendapat 21 ribu ton. Namun dari jumlah itu, hingga awal 2012 ini baru teralokasi 14 ribu ton. “Rencananya awal Januari ini pasokan beras impor sebanyak 3.600 ton asal Vietnam masuk, sebagai cadangan beras pemerintah di wilayah Kaltim. Itu sisa alokasi 2011 dari rencana pasokan sekitar 21 ribu ton,” kata Kepala Bulog Kaltim Abdul Nadjid, didampingi Kabid Pelayanan Publik M Taufik, Selasa (3/1).

Beras impor tersebut sesuai kebutuhan akan digunakan untuk memenuhi alokasi beras miskin (raskin), rumah tahanan (rutan ) serta untuk siaga bencana. Kebutuhan Kaltim 2.834 ton raskin dari 3.150 ton beras kebutuhan beras yang disalurkan Bulog setiap bulanya. Kabupaten Kutai (Kukar) Kertanegara masih sebagai penerima jatah raskin terbesar di Kaltim.

Data Bulog Kaltim menyebutkan Kabupaten Kukar, jumlah Rumah Tangga Sasaran Penerima Manfaat (RTSPM) yakni 30.095 kepala keluarga (KK) yang tersebar di 227 desa. Pada 2011 ini, Kabupaten Kukar dengan penduduk 626 ribu jiwa itu menerima penyaluran raskin sebanyak 5.417 ton. Masing-masing KK mendapat jatah raskin sebanyak 15 kg .

“Beras yang didapat jenis medium, dengan harga tebus Rp1600/kg dari harga bulog yakni 6450/kg,” ucapnya.

Bulog Kaltim, saat ini memiliki cadangan beras sekitar 12.000 ton yang diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan beras hingga 3,8 bulan ke depan. Cadangan Bulog yang bisa digunakan sebagai kebutuhan operasi pasar ketika harga beras di pasaran dirasa cukup tinggi. Operasi pasar dilakukan untuk menstabilkan harga.

Bulog Kaltim telah menyalurkan sekitar 341 ton dalam operasi pasar sepanjang 2011 yang paling banyak dilakukan di Kota Balikpapan dan Tarakan. Operasi pasar dilakukan jika memang ada permintaan kepala daerah.

“Selama ini dua kota yakni Balikpapan dan Samarinda yang pernah dilakukan operasi pasar tetapi jumlah penyalurannya hanya sedikit. Dua kota itu besar karena memang harga beras sering naik tinggi,” imbuhnya.

Tahun 2011 beras lokal yang tersalurkan hanya sekitar 3500 ton saja dari target 5000 ton. Padahal pada tahun 2012 Bulog kaltim menargetkan sekitar 15 ribu ton beras lokal yang terserap. “ Kebanyak dari PPU, Kukar. Makanya kita lakukan kordinasi lebih awal dengan kepala daerah, menambah mitra kerja seperti pengusaha penggilingan,” tandasnya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *