126 Orang Ketergantungan Narkoba Balikpapan

MethampethamineBalikpapan –

Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Balikpapan Kalimantan Timur menyatakan sedikitnya terdapat 138 pecandu aktif narkoba setempat. Mereka sudah ikut program rehalibilitasi ketergantungan obat obatan terlarang.

“Mereka sedang dalam rehabilitasi ketergantungan obat,” kata Ketua BNNK Balikpapan I Ketut Rasna, Selasa (2/4).

Ketut mengatakan pecandu narkoba ini berada pada usia produktif yaitu antara 20 tahun hingga 40 tahun. Jumlah ini berhasil terdeteksi BNNK Balikpapan sejak 2008 hingga 2013 ini.

Program rehabilitasi narkoba terdapat di klinik Butterfly Dinas Kesehatan Kota Balikpapan. Sebagian diantaranya di rujuk program rehabilitasi narkoba di Samarinda.

“Ada juga yang kita rehabilitasi ke Samarinda, terbayak yang direhabilitasi adalah laki-laki, tapi perempuan juga lumayan,” sebutnya.

Hanya dengan direhabilitasi kata Ketut, mereka yang ketergantungan akan pulih dan bebas dari narkoba. “Pecandu sesuai UU Nomor 35 pasal 54 menyebutkan setiap pecandu wajib untuk direhabilitasi baik medis maupun sosial, sehingga ada kewajiban dari Pemerintah untuk melakukan rehabilitasi,” kata dia.

Dia menambahkan, Balikpapan memang kini menjadi target redaran narkoba jaringan internasional. “Karena kan Balikpapan itu pintu gerbang, tidak menutup kemungkinan didorong ke daerah lain Itulah jaringan,” tandasnya.

Pengguna narkoba di Kota Balikpapan cukup tinggi, khususnya jenis sabu-sabu. Pasalnya dalam beberapa tahun terakhir, peredaran narkoba di Kota Balikpapan dilakukan oleh sindikat dan jaringan internasional. Bahkan jika melihat kasusunya, sejak Januari hingga Maret 2013, petugas Bea Cukai dan Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Timur (Kaltim) telah menggagalkan penyeludupan sabi-sabu dari India yang nilainya mencapai miliaran rupiah.

“Kasusnya tahun 2011 ke 2012 ada peningkatan, tahun 2011 lalau ada 87 kasus, lalu tahun 2012 ada 138 kasus dan sekarang sudah 5 kasus, memang cukup tinggi,” ucapnya.

Menurut Ketut, tingginya peredaran narkoba di Kota Balikpapan, membuat pecandu pun meningkat setiap tahunnya. “Filosofinya itu tadi, karena memang pangsa pasarnya cukup, ada permintaan, sehingga pecandunya juga banyak,” ucapnya.

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *