Pertamina Uji Emisi Kendaraan di Balikpapan
Pertamina Uji Emisi Kendaraan di Balikpapan
12 April 2019
Warga Perbatasan Nikmati Listrik Tenaga Surya
Warga Perbatasan Nikmati Listrik Tenaga Surya
16 April 2019

Investor Mundur, Tim Balikpapan Terancam Bubar

Investor Mundur, Tim Balikpapan Terancam Bubar

Investor Mundur, Tim Balikpapan Terancam BubarNewsBalikpapan –

Tim sepak bola kebanggaan Kota Beriman, Persiba Balikpapan terancam terdegradasi dalam kompetisi Liga 3 Indonesia. PT Cindara Pratama mengisyaratkan mundur menjadi investor tim berjuluk ‘Beruang Madu’ jelang digulirkannya kompetisi Liga 2 Indonesia, Juni mendatang.

“Saya mengembalikan pengelolaan tim kepada Pemerintah Kota Balikpapan,” kata Presiden Persiba, Rahmad Mas’ud dalam status instagram resmi tim, Selasa (16/4/2019).

Rahmad sendiri merupakan investor satu satunya yang bersedia mengambil alih pengelolaan Persiba dari manajemen lama, tiga bulan terakhir. Ketua Umum Persiba, Syahrir Taher sudah angkat tangan alias menyerah menangani operasional tim yang terdegradasi di kompetisi Liga 2 Indonesia.

Dalam pernyatannya di medis sosial, Rahmad mengeluhkan minimnya dukungan manajemen lama dalam peralihan pengelolaan ke manajemen baru. Ini pula melatari, kenapa pengurus baru hingga kini kesulitan mengontrak pemain membawa nama Persiba dalam kompetisi nanti.

“Belum ada peralihan ke manajemen baru secara sah, ini tentunya menjadi kendala karena persyaratan yang diminta tidak sesuai dengan komitmen awal,”sesalnya.

Saat ditemui langsung, Rahmad membenarkan keputusannya mundur dari kesepakatan pengelolaan Persiba. Wakil Wali Kota (Wawali) Balikpapan ini berdalih hendak fokus dalam tugasnya sebagai pimpinan pemerintah daerah setempat.

 “Saya urus pemerintahan saya, soal Persiba ada yang urus calon direktur utamanya,” paparnya.

Lebih lanjut, Rahmad menyatakan, berbuat maksimal menghidupkan kembali pengelolaan Persiba, tiga bulan terakhir. Selama kurun waktu itu, ia pun sudah menggelontorkan dana pribadi sebesar Rp 2 miliar guna modal awal pengurus.

Meskipun demikian, Rahmad enggan mempersoalkan dananya yang terlanjur masuk dalam pengelolaan Persiba. Sebagai warga asli Balikpapan, menurutnya, menjadi kewajibannya turut berperan dalam penyelamatan prestasi Persiba.

“Saya tidak ada pamrih, itu bukan beban saya.  Saya ingin berbuat tanpa keinginan apa pun dibelakangnya,” ujarnya.

Pribadi maupun sebagai Wawali Balikpapan, Rahmad memastikan tetap mendukung Persiba. Pemerintah daerah sedang mencarikan jalan keluar dalam pengelolaan tim  Persiba.

“Artinya kalau saya ini kan tinggal mensupport saja, tergantung nanti pembicaraan dengan arahan wali kota,” tuturnya.

Pemerintah Kota Balikpapan belum menanggapi pernyataan mundur diutarakan Presiden Persiba yang sekaligus Wawali Balikpapan. Sementara ini, Wali Kota Balikpapan, Rizal Effendi berkeinginan mempertemukan masing masing pengurus baru maupun lama.

“Ada banyak kabar simpang siur dan pertanyaan mengenai Persiba Balikpapan. Saya akan mengundang dua pengurus untuk berdiskusi,” paparnya.

Baik Rahmad Mas’ud dan Syahrir Taher, sambung Rizal adalah dua tokoh Balikpapan yang peduli nasib Persiba. Ia meminta masyarakat Balikpapan berprasangka positif terhadap kinerja pengurus tim.

“Insya allah niat baik juga keiklasan keduanya akan menghasilkan hal yang baik juga,” ungkapnya.

Para pemain Persiba hingga kini memang belum menandatangani kontrak. Manajemen baru rupanya belum mau menyodorkan kontrak akibat masalah internal.

Atas masalah ini, segelintir warga Balikpapan menggalang donasi di www.kitabisa.com guna membantu pendanaan Persiba. Tim ini memang terancam gagal mengikuti kompetisi Liga 2 yang segera bergulir.

Imbasnya adalah, Persiba bisa terkena saksi terdegradasi ke Liga 3 Indonesia, musim depan.

Pengggalangan dana sepekan terakhir hanya mengumpulkan Rp 971.122 dari total target Rp 50.000.000 dengan durasi waktu tersisa 9 hari. Donasi jauh dari mencukupi membiayai kompetisi tim sepak bola yang butuh biaya miliaran rupiah.

Persiba sendiri merupakan tim tertua di Kalimantan yang sudah berdiri sejak 1950 silam. Tim kebanggaan Balikpapan ini sudah menghasilkan nama nama pemain hebat sekelas Ponaryo Astaman dan Bima Sakti.

Tim ini dulu bermarkas di Stadion Parikesit sebelum pindah ke Stadion Batakan Balikpapan. Tangan dingin Daniel Roekito membuat Persiba meraih prestasi terbaik, peringkat 3 Liga Super Indoensia 2009/2010.

Saat itu, Pemkot Balikpapan masih menyokong tim dengan gelontoran Rp 20 miliar per tahun. Persiba mampu mengontrak pemain berkualitas sekelas Aldo Barreto (Paraguay), Roberto Pugliara (Argentina), Gaston Castano (Argentina) dan Kenji Adachihara (Jepang).

Musim kompetisi Liga 1 Indonesia 2017/2018 adalah masa kelam Persiba ditangan Pelatih Timo Scheunemann. Tim ini terusir dari markasnya  menyusul pembongkaran Stadion Parikesit Balikpapan.

Stadion Batakan menjadi markas pengganti belum tuntas pengerjaannya. Persiba pun terpaksa pindah ke Yogjakarta dalam menjalani laga kandang kompetisi liga.

Minimnya dukungan penonton membuat Persiba tersungkur di dasar klansemen hingga menghuni Liga 2 Indonesia. Kini mereka terancam kembali terjungkal di Liga 3 Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published.