Kilang kilangNewsBalikpapan –

PT Pertamina (Persero) akan mengupgrade kemampuan olah 4 kilang utama berlokasi di Balikpapan, Cilacap, Dumai dan Balongan dengan nilai investasi 25 miliar US Dolar. Peningkatan kemampuan refinery unit ini agar mampu mengolah sebanyak 1,6 juta barrel crude oil per hari guna memenuhi konsumsi masyarakat.

“Konsumsi masyarakat kita mencapai 1,6 juta barrel crude oil per harinya,” kata Direktur Pengolahan Pertamina, Rachmad Hardadi di Balikpapan, Kamis (2/7).

Hardadi mengatakan Pertamina akan menggandeng patner strategis dalam pembiayaan pembangunan refinery development master plan 4 kilang ini. Dia menyebutkan ada sejumlah perusahaan minyak gas internasional yang sudah menyatakan ketertarikannya salah satunya yaitu JX Nippon Oil and Energy dan Saudi Aramco.

“Pertamina harus mayoritas dalam kepemilikan saham seluruh kilang kilang ini. Kami juga mempertimbangkan kerjasama dengan pihak lain yang mampu menjamin keberlangsungan pasokan crude oil kilang kilang ini selama jangka waktu 50 tahun kedepan,” paparnya.

Pertamina Unit Pengolahan V Balikpapan adalah salah satu yang sudah dipastikan akan ditingkatkan kemampuan olahnya menjadi 360 ribu barrel dari sebelumnya hanya 260 ribu barrel. Pertamina dipastikan menggandeng JX Nippon Oil and Energy dengan share kepemilikan saham 30 – 70 untuk pemerintah Indonesia dengan investasi sebesar 6 – 7 miliar US Dolar.

“November kesepakatan ini akan kami tanda tangani. Ini seperti akad nikahnya kerjasama dua perusahaan,” papar Hardadi.

Proses upgrade ini nantinya akan mengorbankan komplek perumahan Pertamina di Jalan Parikesit hingga seluruh perkantoran di wilayah kilang Balikpapan. Pertamina akan membangun kantor utama 8 lantai yang bersebelahan dengan Hotel Blue Sky Balikpapan.

“Kami targetkan upgrade 4 kilang ini sudah selesai pada 2021 nanti,” ujarnya.

Peningkatan kemampuan ini juga berdampak positif terhadap daya serap karyawan menjadi sebanyak  2 ribu orang dari sebelumnya 1.200 tenaga kerja. Penambahan karyawan juga seiring dengan peningkatan jumlah tenaga outcourching dan kontrak yang totalnya mencapai 3 ribu karyawan.

Feasibility study dan kajian teknis sudah dilaksanakan jelang penandatanganan kesepakatan kerjasama pada November 2015 nanti. Kilang kilang ini nantinya akan mampu mengolah seluruh jenis eksploitasi crude oil berbagai negara dunia.

Manager Umum PT Pertamina Unit Pengolahan V Balikpapan, Erman Salman Arief  mengatakan lokasi kerjanya akan ditingkatkan kapasitasnya sesuai kebutuhan produksi. Kilang kilang Balikpapan nantinya mayoritas akan mengolah minyak minyak impor dari Negara Negara lain.

“Kalau sekarang ini prosentasenya 40 persen impor dan 60 persen domestic. Nantinya yang lebih dominan dari impor,” tuturnya.