PT Badak NGLNewsBalikpapan –

Pemerintah berencana membangun kilang pengolahan minyak kapasitas tampung 350 ribu barrel di wilayah Bontang Kalimantan Timur. Pembangunan kilang senilai 12 miliar US dolar guna mengantisipasi lonjakan permintaan BBM untuk wilayah Indonesia Timur.

“Impor minyak mentah kita juga semakin meningkat sehingga harus dibangun kilang kilang baru,” kata Dirjen Migas Kementerian ESDM, I Gusti Nyoman Wiratmaja Puja di Balikpapan, Kamis (25/6).

Gusti mengungkapkan ada empat kandidat lokasi pembangunan kilang pengolahan minyak di wilayah Indonesia Timur. Menurutnya Kota Bontang menjadi kandidat terkuat mengingat lokasinya yang berdekatan dengan sejumlah asset Pertamina seperti pelabuhan, akses boiler hingga kepemilikan lahannya.

“Kami bisa menghemat hingga 30 persen bila dibangun di Bontang,” paparnya.

Pembangunan kilang pengolahan minyak Bontang masuk dalam tahap perencanaan yang direalisasikan pada 2021 mendatang. Proses pembangunannya akan bersamaan dengan upgrade kapasitas kilang pengolahan minyak Balikpapan dari sebelumnya 260 ribu barrel per hari menjadi 360 ribu barrel per hari.

General Manager PT Pertamina Unit Pengolahan Balikpapan, Erman Salman Arief  mengatakan ada sejumlah unit kilang yang akan ditingkatkan kapasitasnya sesuai kebutuhan produksi. Kilang kilang Balikpapan nantinya mayoritas akan mengolah minyak minyak impor dari Negara Negara lain.

“Kalau sekarang ini prosentasenya 40 persen impor dan 60 persen domestic. Nantinya yang lebih dominan dari impor,” tuturnya.

Pertamina sebenarnya sudah berancang ancang membangun 20 unit kilang penampungan minyak mentah (centralized crude terminal) di area Lawe Lawe. Pembangunan kilang ini sudah dipersiapkan sejak 2010 lalu lewat berbagai kajian mendalam perihal kondusifitas daerah, proses distribusi hingga kesiapan bahan mentah.

Kilang penampungan Lawe Lawe digadang gadang bisa mengamankan produksi BBM kilang Pertamina Balikpapan yang mengandalkan suplay 60 persen minyak mentah impor. Sisanya dipenuhi dari eksploitasi perusahaan migas Kaltim (17 persen) dan domestic (23 persen).

Sekarang ini, Terminal Lawe Lawe sudah terpasang tujuh kilang penampungan minyak mentah dengan kapasitas daya tampung masing-masing 800 ribu barrel.  Dengan adanya rencana pembangunan kilang baru ini, Pertamina berharap bisa mengandalkan 27 penampungan minyak mentah Lawe Lawe untuk pasokan unit pengolahan seluruh Indonesia.