Pertamina BalikpapanNewsBalikpapan –

PT Pertamina Unit Pemasaran VI Balikpapan Kalimantan Timur mengaku kesulitan mendistribusikan BBM ke sejumlah daerah perbatasan dengan Malaysia. Sejumlah kawasan perbatasan seperti Tiong Ohang, Long Apari, Long Lunuk di Kabupaten Mahakam Ulu dan Long Lays dan Agung Baru berlokasi di Nunukan serta Malinau memang mengeluhkan distribusi BBM premium dan solar yang harganya bisa mencapai Rp 30 ribu hingga Rp 40 ribu per liternya.

“Kami kesulitan mendistribusikan BBM ke sejumlah daerah perbatasan,” kata Sales Eksekutif I Pertamina Unit Pemasaran VI Balikpapan, Sonny Indro, Minggu (7/12/2014).

Sonny mengatakan pihaknya terkendala keterbatasan sarana prasarana transportasi penghubung antara Balikpapan sebagai kota produsen dengan kawasan perbatasan. Kawasan perbatasan tersebut hanya bisa dijangkau dengan sarana transportasi sungai arus deras bertonase kecil.

“Hanya bisa dijangkau dengan kapal kapal kecil saja. Kapal BBM Pertamina tidak mungkin menjangkau wilayah ini. Kami terkendala factor keselamatan bila memaksakan memakai kapal kapal kayu kecil,” paparnya.

Sehubungan itu, Sonny mengaku distribusi BBM Pertamina Balikpapan hanya mampu menjangkau kota kota besar perbatasan seperti Tarakan, Nunukan, Malinau, Tanjung Selor dan Ujoh Bilang,  Kawasan perbatasan terpaksa harus berinisiatif sendiri memperoleh BBM dari kota utama di Kalimantan Utara ini.

Sonny juga tidak merasa heran saat sebagian diantara warga perbatasan ini terpaksa harus memanfaatkan BBM selundupan dari Malaysia. Harga BBM asal Malaysia dianggap masih terjangkau dari pada harus membeli BBM dari kota kota di Kaltara yang belum ada sarana transportasi darat maupun sungainya.

Kedepannya, Sonny meminta agar pemerintah daerah segera membangun sarana transportasi darat menghubungkan kawasan terisolir di perbatasan Indonesia – Malaysia. Mobil mobil tangki Pertamina setidaknya bisa menjangkau kota terdekat dari kawasan perbatasan ini.

Saat ini, pemerintah menetapkan kuota BBM Kalimantan Timur  sebesar 672.009 kilo liter premium dan 357.080 kilo liter solar.  Adapun kuota premium Balikpapan naik 5 persen menjadi 130 ribu kilo liter dibandingkan tahun sebelumnya. Namun kuota solar untuk Kota minyak ini justru berkurang 4 persen menjadi 78.697 kilo liter.

Pencarian Populer:

kapal tanker pertamina Balikpapan