Warga Balikpapan Dipukul Pilot Lion Air
8 February 2012
Proyek Listrik Senilai Rp 4,6 M Gagal Terangi Warga Perbatasan
8 February 2012

Vespa Modifikasi Memuat 80 liter Premium

Tanjung Redeb Bupati Berau Kalimantan Timur, Makmur Hapka mengaku kecewa dengan proses distribusi bahan bakar minyak di wilayahnya. Minimnya kesadaran dalam pengawasan sehingga menyebabkan krisis BBM serta antrian kendaraan yang bisa terjadi berhari hari. “Saya sudah capek mengurusi masalah BBM di Berau,” kata kesal saat ditemui wartawan di rumah dinasnya, Minggu (5/2).

Makmur mengatakan masing masing institusi belum maksimal menjalankan tugas serta fungsinya dalam kaitan pengawasan penyaluran BBM. Dia mencontohkan personil kepolisian yang tidak bersikap saat mendapati praktek penimbunan premium dengan menggunakan fasilitas motor vespa yang mampu menampun hingga 80 liter

“Polisinya diam saja meski dia berjaga di SPBU. Anak kecil saja tahu bahwa vespa itu modifikasi saja,” paparnya.

Vespa modifikasi ini, menurut Makmsur terbilang unik tanpa dilengkapi mesin ataupun fasilitas motor lainnya. Dalam tubuh vespa terdapat jerigen yang mampu menampung hingga 80 liter premium maupun solar.

“Cuma di dorong saja usai mengisi BBM,” ungkapnya.

Petugas SPBU, kata Makmur juga membiarkan saja praktek penimbunan BBM dengan modus seperti itu. Terkesan sudah ada kerjasama antara oknum penimbun BBM dengan petugas SPBU.

Pemerintah Berau, menurut Makmur sesuai kewenangannya tidak bisa menindak praktek penimbunan BBM di wilayahnya. Pemerintah daerah hanya berusaha agar proses pengisian BBM tidak berdampak buruk terhadap kondusifitas kota.

“Kami menjaga SPBU tapi malah petugas Satpol PP dipukul penimbun BBM. Ya sudah, biarkan saja seperti itu,” sesalnya.

Krisis BBM di Berau sudah terjadi sejak Januari lalu dengan harga ecerannya Rp 10 ribu per botol. Antrian puluhan kendaraan bermotor terjadi di seluruh SPBU Berau hingga berhari hari.

“Kendraan itu antri baru dapat BBM dua hari paling cepat,” kata waga Berau, Suryanto .

 

Pada 2010 silam, kuota premium Kalimantan Timur sebanyak 468.013 KL dengan rata rata konsumsi setiap bulannya 44.188 KL. Sedangkan kuota solar subsidi sebanyak 171.984 KL dengan konsumsi perbulannya 17.959 KL.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *