Harga BBM Non Subsidi Turun
Harga BBM Non Subsidi Turun
6 January 2019
Progres Tiga Blok Asing di Kalimantan Timur
Progres Tiga Blok Asing di Kalimantan Timur
11 January 2019

Pertamina Hulu Kalimantan Timur Bersedekah

Pertamina Hulu Kalimantan Timur Bersedekah

Pertamina Hulu Kalimantan Timur BersedekahNewsBalikpapan –

PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT) menunjukan kepedulian terhadap kelompok masyarakat kurang mampu di wilayah operasinya. Perusahaan migas dulu bernama Chevron Indonesia Company (CICO) ini membagikan bantuan sembako bagi 235 yayasan yatim piatu di Kaltim senilai Rp 94 juta.

“Yayasan sekitar lokasi operasi di Balikpapan, Penajam Paser Utara, Marangayu dan Kutai Kartanegara,” kata Direktur Utama  PHKT, Feri Sri Wibowo, Senin (7/1/2019).

Feri mengatakan, program bantuan ini merupakan bentuk kepedulian perusahaan bagi masyarakat. Keseluruhan bantuan merupakan kombinasi bantuan perusahaan dan karyawan PHKT.

Pelaksanaan serah terima bantuan, kata Feri disaksikan pengurusan yayasan dan aparat pemerintah daerah setempat. Ia yakin kehidupan bertetangga yang baik akan mampu mendorong pemenuhan kebutuhan energi di Indonesia.

Selain program sedekah ini, PHKT pun menjalankan program corporate social responsible (CSR) guna mendorong perkembangan kesejahteraan masyarakat. Program CSR dilaksanakan berkelanjutan dalam mendorong visi misi dan strategi pemerintah daerah.

“Kami berharap kerjasama ini kan terus dipelihara dan ditingkatkan,” ujar Feri.

Anak usaha PT Pertamina ini resmi mengelola wilayah kerja  East Kalimantan-Attaka 25 Oktober 2018 lalu dari CICO. Perusahaan asing ini menuntaskan kontrak operator Production Sharing Contract (PCS) dengan Pemerintah Indonesia.

Blok East Kalimantan – Attaka terdapat 15 lapangan; Attaka, Melangin, Kerindingan, Sedang, Sapi, Santan, Sepinggan, Sedandang, Seguni, Sejadi, Yakin, Mahoni, Bangkirai, Seturian, dan Pantai.

Sampai akhir September 2018, CICO mempublikasi produksi sebesar 13.220 bopd minyak dan 69,44 mmscfd gas.

Blok East Kalimantan pertama kali beroperasi pada 1968 dan Blok Attaka sendiri pertama kali ditemukan cadangannya pada 1970 dengan perkiraan produksi kumulatif mencapai 1 miliar barel (BBO) dan 3 triliun feet kubik (TCF). Sedangkan estimasi produksi kumulatif selama 20 tahun diperkirakan mencapai 62 mmboe.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *