Jaringan Telkomsel Normal di Tsunami Gunung Anak Krakatau
Jaringan Telkomsel Normal di Tsunami Gunung Anak Krakatau
31 December 2018
Harga BBM Non Subsidi Turun
Harga BBM Non Subsidi Turun
6 January 2019

Kesiagakan Telkomsel di Negeri Penuh Bencana

Kesiagakan Telkomsel di Negeri Penuh Bencana

Kesiagakan Telkomsel di Negeri Penuh BencanaNewsBalikpapan –

Indonesia adalah negeri indah tersebar dari sabang hingga merauke. Negara agraris yang memiliki kekayaan alam melimpah berikut potensi ikan salah satu terbesar dunia.

Meskipun negeri ini tidak luput ancaman alam faktor letak geografisnya. Indonesia merupakan negara kepulauan yang terletak pertemuan empat lempeng tektonik; lempeng Benua Asia, Australia, Samudera Hindia dan Samudera Pasific.

Hampir sebagian besar wilayahnya dilintasi sabuk vulkanik yang memanjang dari Sumatera, Jawa, Sulawesi dan Nusa Tenggara. Kondisi ini berpotensi rawan bencana letusan gunung berapi, gempa bumi, tsunami, banjir dan tanah longsor.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengkatagorikan ancaman gempa bumi Indonesia berlipat 10 kali dibandingkan Amerika Serikat.

Sampai disini, Telkomsel tanggap mengantisipasi permasalahan jaringan setiap datang bencana. Operator seluler terbesar di Indonesia teruji sigap mensiapkan jaringannya di sejumlah titik bencana Indonesia.

Terbaru ini, Telkomsel mampu menormalkan jaringan komunikasi sempat lumpuh pasca tsunami erupsi Gunung Anak Krakatau di Banten dan Lampung Selatan.

“Layanan komunikasi suara, SMS dan data sudah normal di lokasi bencana,” kata Manager Umum Corporate Communications Telkomsel, Denny Abidin, Jumat (4/1/2019).

Denny mengatakan, Telkomsel mengerahkan tim siaga bencana Terra (Telkomsel Emergency Response & Recovery Activity) di dua lokasi berbeda. Banten dan Lampung Selatan terdampak langsung bencana tsunami merengut 426 korban jiwa berikut 23 orang hilang.

Telkomsel menjamin normalisasi jaringan sesaat pasca bencana yang mengagetkan. Pemulihan jaringan komunikasi terutama dilakukan di Serang, Pandeglang dan Lampung Selatan.

Tidak berhenti disini, Telkomsel tetap memonitor jaringan komunikasi selama proses evakuasi korban. Mereka menyiapkan pula mobile backup power (MBP) sebagai perangkat penunjang catuan listrik.

Saat bersamaan, Telkomsel menggalang donasi korban bencana melalui aplikasi Rumah Zakat. Operator bernuasa merah ini menyediakan fasilitas telepon gratis di posko pengungsian Labuhan, Angsa, Gedung PGRI Serang dan Desa Cugung Lampung Selatan.

Selain itu, Telkomsel juga memberikan bantuan berupa tenda pengungsi untuk Pemerintah Kabupaten Pandeglang dan Serang. Telkomsel telah menyerahkan bantuan sosial kemanusiaan berupa kebutuhan logistik, antara lain makanan siap konsumsi, air mineral, pakaian layak pakai, selimut, dan obat-obatan.

Padahal dua bulan berselang, Telkomsel menuntaskan kendala jaringan lebih gawat usai bencana gempa bumi disusul tsunami di Sulawesi Tengah. Dua kota, Palu dan Donggala dihajar gempa skala 7,4 manitudo mematikan seluruh jaringan komunikasi.

Kala itu pun, Telkomsel membuktikan kehandalannya.

“Kami mengupayakan secepatnya pemulihan jaringan telekomunikasi di daerah bencana,” kata  Denny.

Saat itu, bencana dasyat telah memutuskan jaringan fiber optic layanan data, suara dan teks seluruh jaringan telekomunikasi. Permasalahan kian rumit kala pasokan listrik sepenuhnya terputus dari PLN setempat.

Namun, berkat kerja keras tim Telkomsel di lapangan, Denny mengatakan, layanan komunikasi SMS dan suara berangsur pulih. Telkomsel terus berupaya memulihkan kualitas layanan komunikasi khususnya di lokasi bencana.

Salah langkah dilakukan  dengan mendatangkan mobile power perangkat penunjang catuan listrik. Peralatan ini membantu dalam percepatan pemulihan infrastruktur jaringan komunikasi.

Terra juga hadir membantu pendirian posko darurat bencana serta mempercepat pemulihan jaringan telekomunikasi.

Tim ini yang menjadi kunci utama, kenapa Telkomsel cepat memulihkan akses jaringan pasca gempa di Lombok Nusa Tenggara Barat, Agustus lalu. Mereka cepat memulihkan akses jaringan komunikasi kurun waktu kurang sehari.

Saat itu, Telkomsel memobilisasi genset catuan daya listrik serta mengaktifkan mobile base transceiver station (BTS).

Permasalahan komunikasi biasanya disebabkan terputusnya pasokan listrik ke BTS. Butuh waktu pula untuk menormalkan jaringan akibat kerusakan infrastruktur di sejumlah lokasi bencana.

Denny mengatakan, Telkomsel menyadari arti penting akses komunikasi dalam penanggulangan kondisi bencana suatu wilayah. Selain itu, komunikasi dibutuhkan korban bencana alam guna mengabarkan perkembangan kondisi terbaru pada dunia luar.

“Kami berupaya mengoptimalkan layanan komunikasi dengan mendatangkan mobile genset serta pasokan BBM. Keberadaannya untuk menjamin kontinuitas pengoperasian jaringan,” ujarnya.

Di samping itu, Telkomsel bersama mitranya turut  menyerahkan bantuan sosial kemanusiaan berupa logistic ; antara lain makanan siap konsumsi, air mineral, pakaian layak pakai, handuk, selimut, dan obat-obatan. Telkomsel juga menyediakan fasilitas komunikasi gratis berupa ponsel dan kartu perdana bagi para relawan dan korban bencana.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *