Menteri Jonan dan penumpang BalikpapanNewsBalikpapan –

Bandar Udara Sepinggan Balikpapan Kalimantan Timur berambisi mencatatkan prestasi masuk peringkat 10 besar dalam daftar penilaian Airport Council International (ACI). Peringkat ini menjadikan prestasi layanan penumpang terbaik meloncat dari sebelumnya hanya berada di urutan 16 besar sesuai survey ACI.

“Kami targetkan Bandara Sepinggan masuk dalam peringkat 10 besar ACI,” kata Customer Service Section Head PT Angkasa Pura Balikpapan, Ahmad Hadi, Rabu (23/9).

Bandara Sepinggan masuk dalam peringkat 16 besar pelayanan prima untuk katagori bandara berpenumpang 5 hingga 15 juta penumpang per tahunnya. Peringkat ini menjadikan Bandara Sepinggan mengalahkan bandara di kelasnya seperti Bandara San Antonio Texas, Bandara Penang dan Bandara Bengaluru India.

Ahmad mengatakan Bandara Sepinggan berpeluang menyingkirkan bandara lainnya yang ada di Jepang maupun Malaysia agar masuk dalam peringkat 10 besar ACI. Dia mengaku ada sejumlah program Bandara Sepinggan untuk mendongkrak peringkat layanan penumpang.

Saat ini, Ahmad mengaku terus meningkatkan layanan penumpang dengan penambahan customer service di setiap lantai Bandara Sepinggan. Demikian pula adanya penambahan layanan call centre sehubungan jadwal penerbangan Bandara Sepinggan.

Bandara Sepinggan juga menyediakan layanan talent and creatifity pada masyarakat yang ingin menampilkan bakatnya secara gratis di terminal kedatangan. Kelompok masyarakat ini diperkenankan menampilkan bakatnya di bidang seni music, puisi, gambar, foto dan lain lain tanpa dikenakan pungutan biaya.

“Bahkan kami yang menyiapkan snack dan konsumsi bagi pengunjung,” ujarnya.

Ahmad menyatakan seluruh pihak Bandara Sepinggan sudah berkomitmen bersatu padu dalam memberikan layanan prima pada para penumpang. Dia optimis persatuan seluruh stage holder ini jadi kekuatan dalam pelayanan jasa penumpang Bandara Sepinggan.

“Pengumuman peringkat akan diberikan pada Januari mendatang,” paparnya.

Bandara Sepinggan saat ini bisa dikata menjadi gerbang sebenarnya Pulau Kalimantan. Total proyek pengerjaanya menelan dana jumbo sebesar Rp 2,1 triliun untuk menjawab over kapasitas daya tampung penumpang yang semula hanya 1,7 juta per tahunnya.

Investasi sebesar itu, Bandara Sepinggan diproyeksikan memiliki nilai ekonomis hingga 50 tahun kedepan. Total nilai investasi perusahaan bisa kembali dalam jangka waktu minimal 8 tahun usai pengerjaanya.