Terminal bandaraNewsBalikpapan –

PT Angkasa Pura Balikpapan Kalimantan Timur menyatakan jadwal penerbangan pesawat masih terganggu pekatnya kabut asap selama sepekan terakhir. Sejumlah penerbangan tujuan kota kota di Kalimantan sempat mengalami penundaan 2 hingga 4 jam untuk menunggu membaiknya jarak pandang pesawat.

“Masih ada gangguan jadwal penerbangan pesawat,” kata Humas PT Angkasa Pura Balikpapan, Awaluddin, Rabu (2/9).

Penundaan penerbangan harus dialami maskapai Kalstar rute Balikpapan – Samarinda yang harus menunggu selama 4 jam dari rencana jadwal semula. Demikian pula maskapai Garuda Indonesia dan Wings Air rute Balikpapan – Banjarmasin yang juga mengalami penundaan selama 3 jam.

“Penundaan menunggu membaiknya jarak pandang pilot pesawat,” papar Awal.

Sebelumnya, penerbangan pesawat Garuda Indonesia rute Balikpapan – Palangkaraya – Pontianak terpaksa delay selama dua hari terakhir ini. Otoritas Bandara Sepinggan menunda keberangkatan pesawat hingga lebih dari dua jam dari jadwal yang sudah ditentukan pada 06.15 Wita.

“Menunggu delay penerbangan ke Palangkaraya selama lebih dari dua jam,” kata salah satu penumpang, Amir Syarifuddin.

Para penumpang terpaksa menunggu di ruang keberangkatan pesawat Bandara Sepinggan Balikpapan. Mayoritas penumpang sudah terlihat kesal menunggu kepastian keberangkatan pesawat hingga pukul 08.46 Wita ini.

Humas Garuda Indonesia di Balikpapan, Ecky Lazuardi mengatakan gangguan kabut asap sudah terjadi selama dua hari terakhir ini. Sebelumnya, otoritas bandara juga menunda keberangkatan penerbangan Garuda rute Balikpapan – Palangkaraya – Pontianak hingga 4 jam dari jadwal semula.

“Penundaan juga terjadi pada pagi hari seperti hari ini,” ungkapnya.

Ecky menyatakan Garuda Indonesia menggunakan pesawat tipe ATR untuk melayani penerbangan rute Balikpapan – Palangkaraya – Pontianak. Tipe pesawat ini, menurutnya punya keterbatasan dalam menjelajahi ruang angkasa yang terkendala permasalahan kabut asap.

“Faktor keamanan harus dikedepankan dalam menghadapi masalah cuaca ini,” ujarnya.

Sehubungan itu, Ecky meminta maaf pada pengguna jasanya yang menumpang pesawat ATR Garuda yang mampu menampung 70 orang ini. Menurutnya keterlambatan ini lebih disebabkan factor non teknis yang harus mendapatkan perhatian dari pihak otoritas bandara.

Salah seorang warga Balikpapan, Michael mengaku terpaksa menempuh jalur darat akibat dibatalkannya sejumlah agenda penerbangan. Dia mempergunakan transportasi darat dalam menempuh rute Palangkaraya – Barito – Banjarmasin – Balikpapan.

“Karena tidak ada pesawat penerbangan lagi, semua ditunda akibat kabut asap,” paparnya.

Michael mengatakan kabut asap tebal sudah sepekan ini menyelimuti sebagian besar wilayah Kalimantan Tengah. Kabut asap ini muncul sejak pukul 06.00 hingga 10.00 Wita dengan jarak pandang maksimal hanya 10 meter saja.

“Menyesakan kabut asap ini, saya terpaksa memakai masker penutup hidup yang diberi sedikit air,” ungkapnya.