Terminal keberangkatan Bandara SepingganNewsBalikpapan –

Penumpang Bandar Udara Sepinggan Balikpapan Kalimantan Timur turun 3 persen atau sebanyak 216 ribu orang pada tahun 2014 lalu. Prosentase  ini dibandingkan total jumlah penumpang Bandara Sepinggan pada tahun 2013 sebanyak 7,2 juta jiwa.

“Penumpang kami turun pada tahun 2014 lalu,” kata Manager Umum PT Angkasa Pura Balikpapan, Wendo Asrul Rose, Kamis (26/2/2015).

Penurunan penumpang ini, kata Wendo juga masih terasa pada bulan Januari lalu hingga 12 persen dibandingkan rata rata per bulan penumpang Bandara Sepinggan sebanyak 600 ribu jiwa. Angkasa Pura Balikpapan masih terus menunggu grafik penumpang Bandara Sepinggan pada bulan Februari ini.

Wendo mengatakan penurunan penumpang disebabkan berbagai factor ekternal Bandara Sepinggan. Dia menduga penurunan penumpang ini disebabkan lesunya perekonomian dunia ditandai  turunnya harga minyak mentah dunia hingga krisis pertambangan batu bara.

Wendo menegaskan permasalahan itu menjadi tantangan tersendiri bagi Bandara Sepinggan yang mematok pertumbuhan 8 persen per tahun atau 10 juta penumpang pada 2019 nanti. Bandara Sepinggan sudah melakukan renovasi terminal penumpang yang menelan anggaran hingga Rp 2 triliun.

Bandara Sepinggan dipastikan sudah menjadi bandara nomor satu pelayanan public prima sesuai penilaian Indonesia National Air Carriers Association (INACA) tahun 2014 lalu. Bandara Sepinggan baru saja menerima anugerah  Best of The Best Indonesia 2014.

“Bandara Sepinggan memperoleh nilai 4,21 kepuasan public sehingga unggul atas Bandara Ngurah Rai yang nilainya 4,20,” paparnya.

Penghargaan tersebut juga mendongkrak peringkat Bandara Sepinggan ke peringkat 47 dunia diantara 257  airport internasional. Status ini pula yang membuat Bandara Sepinggan menjadi rujukan pembangunan airport domestic maupun internasional.

“Pemprov Jawa Barat, Riau hingga Pemerintah Timor Leste, Brunei Darussalam dan Papua Nugini bergantian melakukan kunjungan kerja di Bandara Sepinggan Balikpapan,” ungkap Wendo.