Testimoni di Bandara SepingganNewsBalikpapan –

PT Angkasa Pura Balikpapan menyatakan penumpang pesawat turun hingga 11 persen selama periode bulan Agustus, September hingga Oktober 2015 ini. Kabut asap diduga menjadi salah satu penyebab utama turunnya penumpang di Bandara Balikpapan yang memberatkan sebanyak 8 ribu penumpang per harinya.

“Penumpang Bandara Balikpapan turun hingga 11 persen dari normal pada tahun 2014 lalu,” kata Humas PT Angkasa Pura Balikpapan, Awaluddin, Senin (19/10).

Sehingga setiap hari setidaknya ada penurunan sebanyak 880 penurunan penumpang yang berangkat melalui Bandara Sepinggan. Penurunan terjadi menyusul sejumlah pembatalan penerbangan rute tujuan bandara yang lokasinya masih terganggu kabut asap kebakaran hutan Kalimantan.

“Saat ini saja ada lima penerbangan di Kalimantan yang terancam dibatalkan karena kabut asap,” paparnya.

Awal menyebutkan ada tiga bandar udara yang terpaksa tidak beroperasi menyusul kian tebalnya kabut asap kebakaran hutan. Tiga bandara tersebut yang terletak di Tarakan Kaltara, Berau  Kaltim dan Palangkaraya Kalimantan Tengah.

Awal menyatakan tiga bandara tersebut yang terpapar paling parah akibat kabut asap kebakaran hutan terjadi di Kalimantan. Adanya kabut asap membuat jarak pandang menyulitkan pendaratan pesawat di Bandara Berau, Tarakan dan Palangkaraya.

“Sudah tidak ada penerbangan sejak tiga hari lalu hingga sekarang ini,” paparnya.

Penurunan penumpang ini, kata Awal berdampak langsung terhadap pemasukan Bandara Sepinggan Balikpapan. Termasuk  diantaranya hilangnya potensi pemasukan airport tax Bandara Sepinggan sebesar Rp 61.600.000 per hari dari 880 penumpang yang membatalkan penerbangan.

“Pemasukan sector airport tax saja sudah lumayan sebesar itu per harinya. Apalagi bila dikalikan dalam kurun waktu 3 bulan menjadi sangat besar,” tuturnya.

Namun demikian, Awal mengakui penurunan penumpang bisa juga disebabkan krisis global yang berdampak negative terhadap industry pertambangan dan sector migas di Kaltim. Kondisi lesunya industry ini akhirnya turut mempengaruhi bisnis penerbangan di Bandara Sepinggan Balikpapan.