Pusam SamarindaNewsBalikpapan –

Persiba Balikpapan belum bermain menjanjikan kala melawan klub lokal Aliran Jaya Putra. Pelatih Persiba, Eduard Tjong kecewa berat akan performa anak anak asuhnya yang sebentar lagi ikut turnamen Piala Presiden pada 30 Agustus nanti.

“Permainan tim sekelas Liga Super Indonesia semestinya tidak seperti itu,” kata Eduard mengomentari tim ‘Beruang Madu’, Jumat (28/8).

Persiba memang sukses memukul tim Aliran Jaya Putra lewat skor 5 – 1. Namun hasil akhir ini bukan mencerminkan suatu tim dihuni pemain pemain professional yang sebulan terakhir menjalani latihan rutin.

Eduard berharap timnya mampu menjalankan tempo permainan secara efektif dalam menyerang maupun kala bertahan. Menurutnya masing masing pemain harus mampu menerapkan kerjasama satu dua maupun umpan panjang dalam upaya menembus pertahanan lawan.

Namun yang terjadi adalah masing masing pemain bermain sendiri sendiri saat menghadapi tim lawan. Kelemahan terjadi di seluruh sector pertahanan, gelandang hingga lini depan.

“Banyak yang harus saya perbaiki. Harapan saya harusnya mainnya tidak seperti itu,” paparnya.

Eduard menilai timnya tidak mengadopsi taktik, skema dan cara bermain yang diterapkannya dalam latihan-latihan. Skill maupun kerjasama para pemain tidak terlihat.

Imbas negative yang terjadi adalah pemain Persiba jadi patah semangat serta gampang tersulut emosinya. Wasit pertandingan terpaksa menjatuhkan tiga kartu kuning berkat permainan keras ditampilkan Persiba.

Kondisi seperti ini, kata Eduard menjadi masalah besar di saat Persiba menghadapi tim tangguh sekelas Persib Bandung. Menurutnya, Persib akan dengan mudah mengalahkan Persiba jika masih menampilkan permainan seperti kala melawan tim Aliran Jaya Putra.

“Lawan tim lokal saja pertahanan Persiba bisa ditembus, apalagi lawan Persib. Bisa habis kami nanti,” sesalnya.