ITK Dibangun Tahun ini, Jalan Masuk Rp5,8 miliar
16 September 2012
PON Riau, Atlet Balikpapan Sumbang 6 Emas
17 September 2012

Pedagang Inpres Balikpapan Tolak Relokasi

Balikpapan - Pedangan pasar Inpres Balikpapan Barat menegaskan pewakilan pedagang yang setuju relokasi bukan perwakilan pedagang pasar Inpres. Karena keberadaan mereka tidak mewakili aspirasi pedangan pasar Inpres melainkan hanya mewakili pedagang yang selama ini menempati TPS dan PKL.  “ Jadi pertemuan Sabtu lalu, Pedagang dengan Dinas Pasar itu yang diberitakan setuju relokasi. Itu bukan kita yang benar-benar menempati areal kawasan pasar Inpres. Mereka yang ikut pertemuan itu, adalah PKL dan pedagang yang menempati TPS,” jelas Rachmad Hanan Wakil Ketua Persatuan Pedagang Pasar Inpres bersama rekan-rekannya, Minggu (16/9)

Menurut Rachmad, nama Yayan yang disebut-sebut mewakili pedagang pasar Inpres adalah tidak benar dan bukan merupakan pengurus persatuan pedagang pasar Inpres. “ Dia tidak mewakili siapa-siapa dan dia (Yayan) bukan tokoh pasar Inpres,”tegas Rachmad.

Rachmad juga menjelaskan, pertemuan yang digagas Dinas pasar itu banyak dihadiri para pedangan eks TPS dan PKL pasar inpres. “ Diantaranya ada oknum-oknum yang memperjualbelikan lapak di penampungan (TPS) yang sebabkan bapak Hairani masuk penjara,” jelasnya.

Mereka pedagang yang resmi tercatat dan memiliki legalitas kata Rachmad justru tidak banyak yang diundang oleh dinas pasar dalam pembicaraan relokasi sebelum dilakukan pembangunan pasar Inpres yang baru. “ Anggota kita yang hadir hanya 5-6 orang saja. Padahal anggota kita berjumlah 600 orang lebih,” sebutnya.

Seperti diketahui, pemkot melalui PT Guser akan melakukan perbaikan pasar dengan membangunan dua tingkat pada tahap I. pengembangan mengakomodir keinginan para pedaganag dengan menciptakan desain yang tidak meninggalkan ciri tradisonal, dan tidak dibuat sekat di kios-kios pedagang.

Pedangan pasar Inpres juga berkeyakinan bahwa mereka menolak pembangunan pasar ini dikarenakan pengalaman pembangunan plaza Kebun Sayur yang kini sepi pengunjung.

Mereka juga khawatir, akan berdatangan pemodal kuat yang akan mengisi kios-kios di lokasi yang akan dibangun. Disamping turunnya pemasukan mereka akibat kehilangan langganan luar kota yang sudah mengetahui keberadaan kiosnya. (andi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *