NewsBalikpapan –

Depot mini Pertamina atau biasa disebut jobber melayani penyaluran BBM jenis avtur di Bandara Kalimaru Kabupaten Berau Kalimantan Timur. Frekwensi penerbangan pesawat di Bandara Kalimaru terus mengalami peningkatan signifikan setiap tahunnya.

“Mulai hari ini pengisian avtur di Bandara Kalimaru sudah bisa dilayani jobber Pertamina di Berau,” kata Area Manager Communiation and Relations Kalimantan, Alicia Irzanova, Senin (27/3).

Alicia mengatakan, pasokan avtur Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) Bandara Kalimaru biasanya mengandalkan distribusi terminal BBM Balikpapan. Mobil mobil tangki Terminal BBM Balikpapan membutuhkan waktu tempuh 3 hari mencapai jarak 658 kilometer menghubungkan Berau.

Adanya jobber avtur Berau, Alicia menyebutkan, mobil tangki Pertamina hanya butuh jarak tempuh 16 kilometer dijangkau dalam kurun waktu 30 menit. Menurutnya, jobber Pertamina ini meningkatkan efisiensi pendistribusian avtur ke DPPU Bandara Kalimaru.

“Jarak tempuh yang lebih pendek tersebut selain berdampak positif terhadap kehandalan suplai di DPPU Kalimarau juga menurunkan potensi kecelakan dalam perjalanan,” tuturnya.

Alicia menyatakan, Bandara Kalimaru potensial sebagai salah satu bandara yang melayani penerbangan pesawat di Kalimantan Timur. Frekwensi penerbangan Bandara Kalimaru sebanyak 2.410 penerbangan atau meningkat dua kali lipat dibandingkan tahun 2013 sebanyak 1.286 penerbangan.

“Demikian juga volume penjualan pada tahun 2013 sebesar 2.189 KL per tahun meningkat menjadi 3.911 KL per tahun pada tahun 2016,” paparnya.

Pertamina memprediksi konsumsi avtur DPPU Bandara Kalimaru makin meningkat dengan adanya penerbangan komersil hingga keberadaan skuadron heli serbu 13 TNI AD di Berau. Jobber Pertamina juga memenuhi kebutuhan avtur bandara perintis di Pulau Maratua.

DPPU Bandara Kalimaru memiliki kapasitas timbun 90 kilo liter BBM dan 2 unit refueler kapasitas 16 kilo liter. Adapun jobber Pertamina di Berau memiliki fasilitas timbun 500 kilo liter avtur serta dermaga 1.200 DWT.

Prosesi penyaluran perdana avtur Bandara Kalimaru disaksikan GM Marketing Operation Region VI, Mohammad Irfan. Pertamina berkomitmen meningkatkan efisiensi pendistribusian avtur ke seluruh DPPU di Kalimantan.

Operasikan hydrant pit Bandara Sepinggan Balikpapan

Sepekan sebelumnya, Pertamina meresmikan penggunaan avtur hydrant pit di DPPU Bandara Udara Sepinggan Balikpapan. Fasilitas ini sudah diterapkan di sejumlah bandara lain di Jakarta, Denpasar, Surabaya dan Domine Eduard Osok Papua.

“Fasilitas ini diharapkan selesai pertengahan tahun 2018 mendatang,” ungkap Alicia.

Alicia mengatakan, fasilitas hydrant pit diterapkan pada bandara tertentu yang memiliki intensitas penerbangan tinggi. Penerapan fasilitas ini mempercepat proses pengisian bahan bakar pesawat di Bandara Sepinggan Balikpapan.

“Sebelumnya di Bandara Sepinggan masih mempergunakan layanan pengisian avtur mobil refueller,” ungkapnya.

Selain itu, Alicia menyebutkan, Pertamina juga membangun tiga tangki tambahan guna menampung 2 ribu kilo liter avtur DPPU Bandara Sepinggan. Nantinya, DPPU Bandara Sepinggan mempunyai kapasitas tambung avtur sebanyak 7.500 kilo liter.

“Pembangunan fasilitas ini mengantisipasi pertumbuhan konsumsi avtur di Bandara Sepinggan di masa mendatang,” tuturnya.

Pertamina mencatat kenaikan signifikan konsumsi avtur sebesar 9 persen di seluruh bandara di Kalimantan. Konsumsi avtur tiga bulan terakhir mencapai 54 ribu kilo liter dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 49 ribu kilo liter.

“Perbandingan bulan Januari, Februari dan Maret pada tahun 2017 dengan 2016 lalu,” paparnya.

Tren kenaikan konsumsi avtur ini sudah tercermin kurun waktu 3 tahun terakhir di seluruh DPPU bandara Kalimantan. Tercatat rata rata konsumsi BBM avtur sebesar 18.568 KL (2015), 19.561 KL (2016) dan 20.405 KL (2017).

Alicia menyebutkan, peningkatan frekwensi penerbangan bandara Kalimantan berdampak positif terhadap konsumsi avtur. Terutama adanya penambahan penerbangan keberangkatan ibadah haji di Embarkasi Bandara Sepinggan dan Banjarmasin.

“Dari data yang kami miliki, Pertamina melihat trend ini merupakan sinyal positif terutama untuk Balikpapan, sebagai kota transit menuju kawasan Indonesia Timur,” ujarnya.

Pertamina memiliki sembilan DPPU bandara tersebar di Balikpapan, Samarinda, Berau, Banjarmasin, Sampit, Palangkaraya, Pangkalan Bun, Tarakan dan Pontianak. Pembangunan bandara baru di Samarinda juga akan meningkatkan kebutuhan avtur dan fasilitas DPPU Temindung.