NewsBalikpapan –

PT Angkasa Pura Balikpapan Kalimantan Timur mengaku masih merugi dalam pengelolaan area airport seluas 9.500 meter persegi. Okupasi bangunan empat lantai ini hanya 59 persen dari total area yang dipersiapkan untuk konsep mall airport.

“Kami masih merugi dalam pengelolaan area Bandara Sepinggan,” keluh CO General Manager PT Angkasa Pura Balikpapan, Sulkan, Kamis (23/2).

Sulkan mengatakan, PT Angkasa Pura mempergunakan dana pinjaman sebesar Rp 2 triliun guna pembangunan Bandara Sepinggan tiga tahun silam. Mereka masih harus menanggung beban bunga pinjaman yang nominalnya tidak sedikit.

Sehubungan itu, Sulkan menyatakan pihaknya harus mengupayakan pemasukan dalam pengelolaan Bandara Sepinggan. Selain jasa operasional penerbangan, menurutnya Bandara Sepinggan juga melakukan jasa retail penyewaan area airport.

Saat ini terdapat sebanyak 49 tenant yang menyewa beberapa area Bandara Sepinggan bergerak di bidang layanan jasa food court, transportasi dan service. Mereka ini dikenakan beban sewa sebesar 470 ribu / meter persegi / bulan.

“Tarif dibebankan pada tenant masih disesuaikan dengan kondisi perekonomian saat ini,” ungkap Sulkan.

Bandara Sepinggan diproyeksikan mampu melayani trafict penerbangan sebesar 15 juta penumpang per tahunnya. Hingga kini, Bandara Sepinggan hanya mampu melayani 7 juta penumpang per tahunnya.

“Kondisi pelemahan ekonomi global juga berdampak di Kaltim. Imbasnya terdampak pada kami pula dengan penurunan jumlah penumpang sehingga maskapai juga mengurangi intensitas penerbangannya,” tutur Sulkan.

Sulkan mengatakan, Bandara Sepinggan terus berinovasi untuk mencari konsep terbaik dalam pengelolaan potensinya. Target pendapatan Bandara Sepinggan otomatis terkoreksi sebagai bahan laporan direksi Angkasa Pura I.

“Kami sudah melaporkan dan mereka memaklumi mengingat kondisi saat ini,” ungkapnya.

Dalam berbagai kesempatan, otoritas Bandara Sepinggan menyebutkan, sebanyak 20 persen kawasan terminal  atau seluas 110 ribu meter dimanfaatkan kepentingan layanan jasa retail swasta.

PT Angkasa Pura Retail menilai, jasa retail sangat prospektif di Bandara Sepinggan Balikpapan. Keberadaan jasa retail diyakini mampu mendongkrak pendapatan airport dimasa mendatang.

Lima toko retail saat awal pembukaan airport sudah diharapkan menyumbangkan pendapatan sebesar Rp 30 miliar per tahunnya.

Bandara Sepinggan masuk peringkat 6 terbaik penilaian Airport Council International (ACI) katagori airport melayani penumpang maksimal 15 juta jiwa. Bandara ini menargetkan mampu membuat terobosan agar masuk peringkat 3 terbaik dunia.

Sejak awal peresmiannya, Bandara Sepinggan sudah ditargetkan mampu meraih laba bersih Rp 100 miliar per tahun. Penerimaan laba berasal dari sector operasional aero dan non aero Bandara Sepinggan

Saat 2015 lalu, Bandara Sepinggan melayani keberangkatan dan kedatangan sebanyak 16 ribu penumpang per harinya. Kini, Bandara Sepinggan mengalami penurunan trafik penumpang sebesar 11 persen mulai kuartal pertama tahun 2015 lalu.

Renovasi pembangunan Bandara Sepinggan membutuhkan dana pinjaman korporasi yang totalnya mencapai Rp 2,2 triliun.  Setiap tahunnya setidaknya dibutuhkan alokasi dana angsuran pinjaman yang totalnya mencapai Rp 250 miliar – Rp 300 miliar.

Hutang ini menjadi tanggung renteng seluruh korporasi dinaungi PT Angkasa Pura.  Sehingga korporasi menggunakan bandara andalan seperti Bandara Juanda Surabaya, Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Bandara Ngurah Rai Bali dan Bandara Sepinggan Balikpapan.