Bandara SepingganBalikpapan –

Anggaran pembangunan Bandara Internasional Sepinggan Balikpapan Kalimantan Timur dipastikan mengalami pembengkakan Rp 440 miliar hingga menjadi Rp 2 triliun. Ada sejumlah tambahan serta penyempurnaan fisik bangunan bandara berdaya tampung 10 juta penumpang per tahun.

“Bukan pembengkakan, namun ada tambahan fisik serta penyempurnaan fasilitas baru sesuai pertumbuhan penumpang Bandara Sepinggan,” kata Pimpinan Proyek Pembangunan Bandara Sepinggan, Wendo Asrul Rose, Rabu (18/9).

Wendo mengatakan pertumbuhan jumlah penumpang bandara sebesar 16 persen per tahun diluar perkiraan masterplan pembangunan. Sehingga, menurutnya harus ada penyesuaian pembangunan Bandara Sepinggan yang berdiri diatas lahan seluas 110 ribu meter persegi ini.

“Pertumbuhan jumlah penumpang diluar prediksi kami yang kami perkirakan berkisar diangka 8 persen per tahun. Namun kenyataanya mencapai 12 persen pertumbuhannya,” paparnya.

Otomatis ada penyesuaian sejumlah paket pembangunan bandara seperti luasan area parkir, tower, penambahan garbarata hingga airport boutique mall. Kawasan parkir dibangun diatas lahan seluas 17 ribu meter persegi serta mampu menampung 2.500 kendaraan.

Wendo menyatakan ada juga penambahan jumlah garbarata pesawat menjadi 11 dari sebelumnya ditetapkan hanya 6. Sehingga ada penyesuaian pembangunan terminal keberangkatan penumpang Bandara Sepinggan.

“Kami juga harus membangun tower baru setinggi 40 meter karena yang lama terhalang bangunan yang baru berdiri,” ungkapnya.

Totalnya, lanjut Wendo tambahan bangunan baru Bandara Sepinggan menelan dana Rp 300 miliar. Adapun penyempurnaan pembangunan fasilitas yang lama membutuhkan dana Rp 140 miliar.

“Totalnya menjadi Rp 440 miliar,” ujarnya.

Bandara Sepinggan nantinya akan menjadi airport pertama di Indonesia yang diperlengkapi dengan sarana mall komersil seluas 20 ribu meter persegi. Bandara berkonsep futuristic modern serta etnik Kalimantan ini nantinya diresmikan pada bulan Januari 2014 mendatang.

PT Angkasa Pura menggandeng enam perusahaan kontraktor dalam pengerjaan fisik bangunan Bandara Sepinggan yaitu PT Waskita Karya, PT Wika, PT PP, PT Adhi Karya, PT Jaya Konstruksi dan PT Istaka Karya. Proses pembangunannya terbagi dalam tiga tahap yaitu bangunan penunjang, gedung terminal serta fasilitas utama dan terakhir infrastruktur penunjang Bandara Sepinggan.

Dalam pembiayaan pembangunan lewat kredit Bank Mandiri berjangka hingga 20 tahun kedepan. Pelunasan pembayaran kredit diperkirakan bisa mencapai kurun waktu 20 tahun.

“Bila kredit Rp 2 triliun untuk bayar bunga saja Rp 200 miliar per tahun belum lagi pinjaman pokok. PT Angkasa Pura harus kreatif membayar hutang kredit selama 20 tahun nanti,” tutur Wendo.