Jalan tol Balikpapan - SamarindaNewsBalikpapan –

Presiden Joko Widodo dijadwalkan meninjau proyek jalan tol Balikpapan – Samarinda dalam rangkaian lawatannya di Pulau Kalimantan. Presiden kerap disapa Jokowi mengecek progress pembangunan jalan tol paket I sepanjang 25,07 kilometer menghubungkan Balikpapan – Samboja.

“Sesuai rencana presiden meninjau proyek ini pagi hari,” kata Kepala Penerangan Kodam Mulawarman, Kolonel Andi Gunawan, Rabu (23/3).

Rombongan presiden dalam sepekan terakhir ini mengunjungi sejumlah provinsi di Kalimantan. Sebelumnya, Jokowi meresmikan pembangunan jembatan di Pontianak Kalimantan Barat dilanjutkan peresmian Bandara Juata Tarakan Kalimantan Utara.

“Hari ini presiden meresmikan proyek di Kalbar dilanjutkan terbang ke Tarakan. Presiden rencananya sore ini sudah tiba di Bandara Sepinggan Balikpapan,” ungkap Andi.

Andi mengatakan agenda presiden esok hari adalah meninjau pembangunan paket I jalan tol menghubungkan Balikpapan – Samboja. Paket I jalan tol Balikpapan – Samarinda mempergunakan alokasi anggaran pusat sebesar Rp 1,5 triliun.

Selanjutnya, Jokowi rencananya juga membagikan Kartu Indonesia Sehat dan Kartu Indonesia Pintar pada 400 perwakilan warga di Embarkasi Sepinggan Balikpapan. Presiden ingin melakukan interaksi langsung bersama warga Balikpapan.

“Sore harinya presiden langsung kembali ke Jakarta,”  papar Andi.

Proyek jalan tol Balikpapan – Samarinda menelan anggaran sebesar Rp 9 triliun milik pemerintah pusat,  daerah dan swasta sepanjang 99 kilometer. Pemerintah pusat dan daerah berkongsi memberikan insentif lewat pembangunan paket I  (25,07 km) dan V (11,5 km) proyek jalan tol Balikpapan – Samarinda.

Kementerian Pekerjaan Umum kemudian melelang paket II, III dan IV jalan tol menghubungkan Samboja, Palaran dan Jembatan Mahakam II. Pemerintah juga bertanggung jawab dalam pembebasan lahan jalan tol Balikpapan – Samarinda.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat memperkirakan total keseluruhan pembangunan jalan tol Balikpapan – Samarinda ini membutuhkan dana sebesar Rp 9 triliun. Dana sebesar tersebut diperuntukan pembangunan jalan tol sepanjang 102 kilometer ini.

 

Pemerintah sudah memberikan sejumlah insentif keuntungan bagi swasta seperti pembebasan lahan, pembangunan jalan tol paket 1 dan 5 serta propestif positif perkembangan perekonomian Balikpapan dan Samarinda.

Keberadaan jalan tol Samarinda – Balikpapan juga sejalan dengan penetapan Kalimantan Timur sebagai outlet produksi crude palm oil (CPO) di Kalimantan. Pertumbuhan perkebunan kelapa sawit di Kalimantan diperkirakan sudah mencapai 5 juta hectare pada akhir 2010 silam.

Proyek ini mulai dilaksanakan pada 2010 hingga tahap akhir penyelesaian pada 2013 mendatang. Pembiayaannya mempergunakan sistim multy years lewat alokasi anggaran APBD Kalimantan Timur.

Penggarapan jalan tol Samarinda – Balikpapan merupakan tahap awal pembangunan jalur trans Kalimantan Timur. Nantinya, Kalimantan Timur ingin melanjutkan pembangunan jalan tol Sangata – Maloy (130 Km), Bontang – Sangata (40 Km), Samarinda – Bontang (84 Km) dan penyelesaian proyek Jembatan Pulau Balang (1,5 Km).