Jokowi di Embarkasi BalikpapanNewsBalikpapan –

Presiden Joko Widodo memastikan belum memutuskan teknis pelaksanaan pembangunan kilang kilang minyak di Jawa dan Kalimantan. Pemerintah Indonesia masih membuka penawaran bagi pihak pihak yang ingin menjalin kerjasama dalam pembangunan kilang di Indonesia.

“Belum diputuskan, pertamina penawaran terbuka disini (Kalimantan) dan di Jawa. Masih ada penawaran terbuka,” kata Jokowi saat ditemui di Balikpapan Kalimantan Timur, Kamis (24/3).

PT Pertamina (Persero) memang akan mengupgrade kemampuan empat kilang  pengolahan minyak di Balikpapan, Cilacap, Dumai dan Balongan dengan nilai investasi 25 miliar US Dolar. Termasuk pula pembangunan kilang minyak baru di Bontang Kaltim kapasitas pengolahan 350 ribu barrel minyak mentah.

Sebelumnya, Direktur Pengolahan Pertamina, Rachmad Hardadi pihaknya berencana menggandeng patner strategis dalam pembiayaan pembangunan refinery development master plan 4 kilang ini. Dia menyebutkan ada sejumlah perusahaan minyak gas internasional yang sudah menyatakan ketertarikannya salah satunya yaitu JX Nippon Oil and Energy dan Saudi Aramco.

“Pertamina harus mayoritas dalam kepemilikan saham seluruh kilang kilang ini. Kami juga mempertimbangkan kerjasama dengan pihak lain yang mampu menjamin keberlangsungan pasokan crude oil kilang kilang ini selama jangka waktu 50 tahun kedepan,” papar pertengahan 2015 silam.

Pertamina Unit Pengolahan V Balikpapan adalah salah satu yang sudah dipastikan akan ditingkatkan kemampuan olahnya menjadi 360 ribu barrel dari sebelumnya hanya 260 ribu barrel. Pertamina  dimungkinkan menggandeng JX Nippon Oil and Energy dengan share kepemilikan saham 30 – 70 untuk pemerintah Indonesia dengan investasi sebesar 6 – 7 miliar US Dolar.

Proses upgrade ini nantinya akan mengorbankan komplek perumahan Pertamina di Jalan Parikesit hingga seluruh perkantoran di wilayah kilang Balikpapan. Pertamina akan membangun kantor utama 8 lantai yang bersebelahan dengan Hotel Blue Sky Balikpapan.

“Kami targetkan upgrade 4 kilang ini sudah selesai pada 2021 nanti,” ujarnya.

Peningkatan kemampuan ini juga berdampak positif terhadap daya serap karyawan menjadi sebanyak  2 ribu orang dari sebelumnya 1.200 tenaga kerja. Penambahan karyawan juga seiring dengan peningkatan jumlah tenaga outcourching dan kontrak yang totalnya mencapai 3 ribu karyawan.

Feasibility study dan kajian teknis sudah dilaksanakan jelang penandatanganan kesepakatan kerjasama. Kilang kilang ini nantinya akan mampu mengolah seluruh jenis eksploitasi crude oil berbagai negara dunia.