Tol Balikpapan - SamarindaNewsBalikpapan –

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat akan melelang tiga paket jalan tol Balikpapan – Samarinda sepanjang 65,06 kilometer. Pembangunan tiga paket jalan tol ini menghubungkan Samboja, Palaran dan Jembatan Mahakam II Samarinda yang nilainya diperkirakan mencapai triliunan rupiah.

“Pembangunan jalan tol paket 2, 3 dan 3 akan kami serahkan proses lelangnya pada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat,” kata Gubernur Kalimantan Timur, Awang Faroek Ishak, Rabu (20/5).

Awang mengatakan penyelesaian jalan tol paket 2, 3 dan 4 ini nantinya memang akan ditawarkan pengerjaanya pada swasta. Pemprov Kaltim dan pemerintah pusat akan memfokuskan penyelesaian pembangunan jalan tol paket 1 Balikpapan – Samboja (25,07 km) dan paket 5 Balikpapan – Sepinggan (11,5 km).

“Soal pembebasan lahan jalan tol paket 2,3 dan 4 sudah mencapai 80 persen. Ini menjadi nilai lebih bagi investor,” paparnya.

Awang melanjutkan sudah ada beberapa investor yang sudah menyatakan ketertarikannya menangani pengerjaan tiga paket jalan tol ini. Salah satunya adalah PT Citra Manggala Nusala Persada lewat sistim pengelolaan public private partnership (PPP).

“Biar nanti kementerian yang menentukan pemenang tender lelang tiga paket jalan tol ini,” ujarnya.

Kepala Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Hermanto Dardak memperkirakan total keseluruhan pembangunan jalan tol Balikpapan – Samarinda ini membutuhkan dana sebesar Rp 9 triliun. Dana sebesar tersebut diperuntukan pembangunan jalan tol sepanjang 102 kilometer ini.

“Sehingga kami mencari pemenang lelang yang mampu memberikan penawaran menarik bagi kami. Tahun ini proses lelang sudah dilakukan,” ujarnya.

Pemerintah daerah, kata Hermanto sudah memberikan sejumlah insentif keuntungan bagi swasta seperti pembebasan lahan, pembangunan jalan tol paket 1 dan 5 serta propestif positif perkembangan perekonomian Balikpapan dan Samarinda.

“Soalnya kalau tidak ada insentif seperti ini, traffic pengguna jalan tol Balikpapan – Samarinda dianggap tidak ekonomis. Sehingga diberikan kemudahan seperti halnya lokasinya terhubungan dengan kawasan industry Kariangau dan Bandara Sepinggan,” paparnya.

Keberadaan jalan tol Samarinda – Balikpapan juga sejalan dengan penetapan Kalimantan Timur sebagai outlet produksi crude palm oil (CPO) di Kalimantan. Pertumbuhan perkebunan kelapa sawit di Kalimantan diperkirakan sudah mencapai 5 juta hectare pada akhir 2010 silam.

Proyek ini mulai dilaksanakan pada 2010 hingga tahap akhir penyelesaian pada 2013 mendatang. Pembiayaannya mempergunakan sistim multy years lewat alokasi anggaran APBD Kalimantan Timur.

Penggarapan jalan tol Samarinda – Balikpapan merupakan tahap awal pembangunan jalur trans Kalimantan Timur. Nantinya, Kalimantan Timur ingin melanjutkan pembangunan jalan tol Sangata – Maloy (130 Km), Bontang – Sangata (40 Km), Samarinda – Bontang (84 Km) dan penyelesaian proyek Jembatan Pulau Balang (1,5 Km).