Brimob KaltimNewsBalikpapan –

Kepolisian Daerah Kalimantan Timur meminta para kepala daerah menggalakan kembali fungsi RT  di wilayahnya masing masing. Adanya RT RT diharapkan mampu membatasi pergerakan orang orang asing dalam penyebaran terror di kalangan masyarakat.

“Kepala daerah harus bisa menggalakan kembali fungsi RT di wilayahnya,” kata Kepala Polda Kaltim, Inspektur Jenderal Safaruddin, Jumat (15/1).

Adanya para RT, menurut Safaruddin bisa dimanfaatkan untuk mendata pertambahan warga di wilayahnya. Mereka juga bisa langsung melaporkan keberadaan orang orang yang dianggap memiliki aktifitas mencurigakan.

Adanya idenya, Safaruddin mengaku sudah menyampaikan pada Wali Kota Balikpapan, Rizal Effendy yang ikut meninjau lokasi penangkapan terduga teroris, Fajrun bin Slan. Detasemen Khusus 88 membekuk tersangka aksi terror ini di Perum Herr I Jalan Swadaya 1 RT 24 Sepinggan Balikpapan.

“Saya sampaikan pada Wali Kota Balikpapan saat ada di lokasi terduga terror,” ujarnya.

Rizal Effendy menyambut masukan polisi ini dengan mengundang seluruh RT di wilayah Balikpapan. Dia berharap agar para RT ini nantinya yang menjadi penangkal praktek radikalisme di kalangan warga Balikpapan.

“Besok kami panggil semua RT Balikpapan untuk mengatasi radicalism,” ujarnya.

Densus 88 membekuk terduga teroris di Perum Herr I Jalan Swadaya 1 RT 24 Sepinggan Balikpapan Kalimantan Timur. Pelaku  terror bernama Fajrun bin Slan asal Ambon ditangkap saat berkendara motor menuju masjid, Jumat (15/1) pukul 04.30.

Polisi langsung menahan tersangka ini yang disebut sebut sering bepergian ke Poso. Polisi juga menyita sejumlah barang bukti aksi terror seperti pupuk, bubuk mesiu, laptop, ipad, seruan jihad, amunisi, selonsong peluru, parang, samurai dan ratusan paku.

Bersama tersangka, Safaruddin menyatakan pihaknya juga memeriksa keluarga tersangka terdiri istri dan kedua orang mertuanya. Pemeriksaan terduga teroris ini dilaksanakan di Markas Komando Brigadir Mobil Polda Kaltim.

Sosok Fajrun bin Slan ini terbilang misterius di kalangan tetangganya di Perum Herr I Jalan Swadaya 1 RT 24 Sepinggan Balikpapan. Tidak ada satupun yang mengenal guru ngaji di Masjid Al Ikhwan Balikpapan Baru ini.

Tetangganya hanya mengenal Fajrun sebagai menantu Nurjamal pada 2 tahun silam. Dia tidak pernah memperkenalkan namanya pada tetangga di sekitar rumahnya.