Proses pemusnahanNewsBalikpapan –

Kepolisian Daerah Kalimantan Timur memusnahkan 14 kilogram narkotika jenis sabu sabu hingga penghujung tahun 2013 ini. Narkotika senilai Rp 70 miliar ini merupakan hasil tangkapan berbagai institusi seperti Kepolisian, TNI dan Bea Cukai.

“Kami musnahkan dengan disaksikan institusi terkait ini,” kata Kepala Polda Kaltim, Inspektur Jenderal Dicky D Atotoy, Rabu (13/11).

Barang bukti narkoba ini hasil pengungkapan sejumlah kasus di pengiriman cargo Bandara Sepinggan Balikpapan (5 kilogram), penumpang Silk Air Singapura (1,5 kilogram) dan penyitaan narkoba di perbatasan yang totalnya hingga 8 kilogram. Penyidikan kasusnya, polisi menetapkan status tersangka Ernawati, Syarifuddin, Nurfindra, Amir Acok, Hermawan dan Irwansyah.

“Sebagian tersangka juga kami hadirkan dalam proses pemusnahan ini,” paparnya.

Dicky mengatakan bahaya narkotika jadi ancaman bersama menyusul peningkatan pengungkapan kasusnya oleh kepolisian.  Secara keseluruhan, katanya polisi sudah mengamankan barang bukti 21 kilogram sabu sabu dengan 1.051 tersangka kasusnya.

Modus peredaran narkoba juga makin meningkatkan lewat jalur distribusi perbatasan, tranportasi udara, cargo pesawat hingga jasa ekspedisi. Para pelakunya juga melibatkan unsur masyarakat hingga aparat penegak hukum.

Sehubungan itu, Dicky meminta seluruh instansi Negara bersatu dalam upaya pemberantasan narkoba di Kaltim. Ada kecenderungan terjadi peningkatan berbagai kasus narkoba di Kaltim dibandingkan tahun tahun sebelumnya.

Pemusnahan barang bukti ini dihadiri sejumlah instansi terkait dari bea cukai, TNI, Bandara Sepinggan hingga ormas anti narkoba. Penyidik Direktorat Narkoba Polda Kaltim memeriksa seluruh barang bukti ini sebelum akhirnya dilarutkan dalam air dan  dibuang dalam pembuangan septic tank.