Pemusnahan narkobaNewsBalikpapan –

Kepolisian Daerah Kalimantan Timur menegaskan akan menjerat pasal berlapis bagi para pelaku penyalahgunaan narkotika. Polisi akan mempergunakan Undang Undang Narkotika dan Pencucian Uang dalam upaya pemberantasan distribusi narkoba Kaltim.

“Kami akan jerat dengan pasal berlapis pada pelakunya,” kata Kepala Polda Kaltim, Inspektur Jenderal Dicky D Atotoy, Rabu (13/11).

Dicky mengatakan penyidik memungkinkan menjerat para pelaku narkotika dengan Undang Undang Pencucian Uang. Ada indikasi praktek perdagangan narkotika Kaltim disamarkan dalam bentuk usaha lainnya.

“Ada dugaan seperti itu, ini yang kami telusuri,” paparnya.

Sehubungan itu, Dicky mengaku sudah mendatangkan sejumlah penyidik Bareskrim untuk membagikan pengalaman soal pidana pencucian uang pada penyidik Narkoba dan Reskrim Umum dan Khusus Polda Kaltim. Menurutnya penjabaran Undang Undang Pencucian Uang masih terbilang baru untuk dipahami penyidik Polda Kaltim.

“Penyidik Mabes Polri lebih memahami dan sekarang penyidik kami sudah siap mempergunakan,” tuturnya.

Polda Kaltim mengungkapkan sebanyak 671 kasus dengan barang bukti 21 kilogram dan 1.051 tersangka kasusnya. Sebagian diantara tersangka adalah oknum kepolisian dari Samarinda, Penajam dan Paser.

“Khusus untuk anggota kami akan dijerat dengan pasal pidana umum yang sama,” ujarnya.

Kepala Polres Samarinda, Komisaris Besar Wisnu Sutirta mengatakan anggotanya dari satuan narkoba tertangkap tangan mengkonsumsi sabu sabu. Oknum polisi berpangkat Aipda ini juga diduga terkait dalam jaringan narkoba di Samarinda.

“Memalukan karena pelaku adalah petugas satuan narkoba Samarinda dan diduga terkait jaringan narkoba,” paparnya.

Sehubungan itu, Wisnu meminta penyidiknya memproses oknum ini sesuai ketentuan pidana umum berlaku. Dia juga terancam putusan etik pencopotan personil kepolisian.