Wali Kota Balikpapan, Rizal EffendyNewsBalikpapan –

Belasan mahasiswa Balikpapan Kalimantan Timur menggelar aksi simpatik dengan membagikan masker pernapasan gratis pada setiap pengendara kendaraan bermotor. Aksi ini sebagai wujud keprihatinan atas makin parahnya sebaran kabut asap kiriman dari Kalimantan Tengah dan Barat.

“Membagi masker sebagai keperdulian pada warga Balikpapan,” kata salah seorang mahasiswa Balikpapan, Yanti, Jumat (18/9).

Mahasiswa Balikpapan membagikan masker gratis pada pengendara kendaraan bermotor di perempatan komplek perumahan Balikpapan Baru. Mereka menyiapkan sebanyak 1.500 masker pernapasan yang segera ludes dalam sekejap.

Warga Balikpapan terlihat antusias atas keperdulian para mahasiswa ini. Sebabnya permasalahan  kabut asap di Balikpapan memang kian parah dalam kurun waktu dua pekan terakhir ini.

Warga Balikpapan sudah mulai terdampak kabut asap kiriman ini sejak dua pekan terakhir. Namun kini, kabut asap kian pekat dan jelas terlihat pada dini hari hingga jelang siang sekitar pukul 10.00 Wita.

Kabut asap ini sebenarnya sudah terasa sejak dua pekan lalu saat ada kebakaran hutan di wilayah Kalimantan Tengah dan Barat. Saat itu kabut asap masih terlihat samar samar sehingga belum mengganggu aktifitas warga.

Namun saat sekarang ini kabut asap sudah benar benar mengganggu rutinitas hariannya sebagai warga Balikpapan. Kabut asap ini menyebabkan mata pedih serta mengganggu pernapasan manusia.

Badan Meteorologi Klimatologi & Geofisikan (BMKG) Balikpapan Kalimantan Timur menyatakan sebanyak 1.363 titik panas terpantau ada di Pulau Kalimantan. Titik panas atau biasa disebut hotspot ini terpantau lewat satelit Terra Aqua yang melintasi Kalimantan.

Titik panas tersebut mayoritas terpantau ada di wilayah Kalimantan Tengah sebanyak 856 titik panas. Lokasinya terletak di Kabupaten Pulang Pisau yang mencatatkan 222 titik panas.

Wilayah Kalimantan Timur menempati urutan kedua titik panas yakni sebanyak 231 titik. Penyebarannya meliputi wilayah Kutai Barat, Mahakam Ulu, Penajam Paser Utara, Berau, Kutai Barat, Kutai Kartanegara dan Kutai Timur.

Adapun titik panas Kalimantan Selatan dan Kalimantan Barat masing masing terpantau ada 152 dan 113 titik panas. Kalimantan Utara menempati peringkat bawah yakni sebanyak 11 titik panas.