SiswaNewsBalikpapan –

Sebanyak 82 siswa TK/TPA Yayasan Al Wushto Balikpapan Kalimantan Timur terpaksa melakukan aktifitas belajar mengajar di jalan menyusul konflik internal pengurusan. Pengurus Yayasan Al Wushto menggembok tempat belajar mengajar yang berada di komplek masjid setempat.

“Murid kami terpaksa belajar di jalan sejak tiga hari ini,” kata Ketua RT 24 Kelurahan Karang Jati Balikpapan, Fatimah, Selasa (3/11).

Fatimah mengatakan ada konflik internal pengurus Yayasan Al Wushto yang berdampak negative terhadap kelangsungan belajar mengajar siswa. Pengurus baru terbentuk secara sepihak menggembok tempat belajar mengajar serta mengusir seluruh tenaga pengajar TK/TPA Al Wushto Balikpapan.

“Seluruh gurunya sudah tidak ada termasuk kepala sekolahnya,” papar Fatimah.

Fatimah beserta tiga warga RT 24 Kelurahan Karang Jati yang akhirnya menjadi sukarelawan untuk melanjutkan proses belajar mengajar siswa TK/TPA Al Wushto. Seadanya, mereka melaksanakan proses belajar mengajar di emperan jalan yang lokasinya tepat bersebelahan dengan ruang belajar mengajar siswa.

“Kami berusaha semaksimal mungkin memberikan pelajaran. Para guru dan kepala sekolahnya adalah sukarelawan warga disini, termasuk saya juga,” tuturnya.

Fatimah berharap agar Pemerintah Kota Balikpapan mampu menengahi konflik diantara pengurus Yayasan Al Wushto agar tidak berdampak negative terhadap proses belajar mengajar. Menurutnya siswa siswa TK/TPA ini yang paling menerima dampak negative konflik pengurusan yayasannya.

“Pemda Balikpapan harus mampu menengahi, kan sudah menyandang status kota ramah anak,” ujarnya.

Salah seorang orang tua murid, Muhammad mengaku kaget saat mengetahui putranya harus belajar di jalan yang menjadi tempat lalu lalang masyarakat. Menurutnya konflik kepengurusan ini sudah berlangsung lama yang akhirnya merembet ke lokasi belajar mengajar siswa.

“Konflik pengurus sudah lama, tapi ga tahu bila masalahnya menyebar hingga tempat sekolah,” ujarnya.

Pengelola TK/TPA Al Wushto, Ali Patika menyatakan penyegelan sekolah ini bermula saat Yayasan Al Wushto dipimpin pengurus baru, Muhammad yang memerintahkan penutupan sekolah. Menurutnya pengurus baru ini punya agenda tersendiri dalam pengelolaan sekolah TK/TPA.

“Pengurus baru punya rencana sendiri, padahal tanah ini adalah hibah yang peruntukannya sebagai sekolah,” sesalnya.