NewsBalikpapan –

Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara Kalimantan Timur yakin mampu kelola sumur sumur gas tua di wilayahnya. Chevron Indonesia Company merupakan operator blok Kaltim yang selesai kontraknya pada bulan Oktober 2018 mendatang.

“Kami pasti bisa mengelola sumur sumur tua di wilayah Penajam,” kata Bupati Penajam Paser Utara, Yusran Aspar, Kamis (2/2).

Yusran mengatakan pemerintah daerah punya kewenangan membentuk perusahaan daerah untuk mengelola Lapangan Yakin dan Senturian. Pengelolaan lapangan migas dilakukan lewat sistim direct over tender atau melanjutkan manajemen ditinggalkan perusahaan terdahulu.

“Kami tinggal melanjutkan saja pengelolaanya dari perusahaan lama. Semua karyawannya tetap melanjutkan proses eksploitasi migas,” paparnya.

Selain itu, Yusran juga siap menjalin kerjasama pengelolaan migas dengan PT Pertamina selaku perusahaan BUMN. Menurutnya bisa dilakukan pembentukan konsorsium bersama pemilik hak partisipasi interest terdiri Pertamina, Pemkab Penajam dan Pemprov Kaltim.

Pemkab Penajam sudah menjadi operator pengelola sumur migas tua bekas Vico Indonesia. Perusda Benua Taka mampu mengelola sumur tua ditinggalkan Vico Indonesia yang mampu berproduksi 1,5 MMCFD gas sejak 2014 lalu.

“Kami sudah berhasil mengelola sumur gas tua ini,” paparnya.

Produksi gas sumur tua ini, kata Yusran dipergunakan sebagai bahan bakar pembangkit listrik yang menghasilkan daya hingga 6 MW.  Kebutuhan beban puncak listrik warga Penajam mencapai 16 MW.

“Masih kurang pasokan daya listriknya, namun sudah cukup membantu. Apalagi pembangkit listrik di Penajam mayoritas berbahan bakar solar,” ungkapnya.

Pemkab Penajam berniat mengajukan izin pengelolaan Lapangan Yakin dan Senturian ke SKK Migas. Perusahaan migas Chevron Indonesia Company kemungkinan tidak memperpanjang masa kontraknya yang berakhir bulan Oktober 2018 nanti.

“Sistim seperti ini akan membawa kemakmuran bagi masyarakat Penajam secara keseluruhan. Termasuk pula membangun jaringan gas bagi warga kami,” ujarnya.

Chevron Indonesia Company mengelola blok migas Kaltim yang terletak di Kabupaten Penajam, Kutai Kartanegara dan Provinsi Kaltim. Blok Kaltim mampu berproduksi sebanyak 40 hingga 46 juta kubik gas per harinya.

“Produksi gas Chevron memang fluktuatif saat ini. Namun kami berkomitmen dalam mengalirkan gas yang diproduksi di kilang revenery unit 5 Pertamina,” papar Vice President O&M Chevron Kalimantan Operations, Ruby Mulyawan.

Ruby mengatakan perusahaanya terikat perjanjian kontrak karya dengan Pemerintah Indonesia hingga bulan Oktober 2018 mendatang. Selama kurun waktu tersebut, dia menegaskan komitmen Chevron Indonesia mendistribusikan hasil eksploitasi gas ke kilang Pertamina Balikpapan.